Joko Anwar Persilakan UMKM Jual Merchandise Ghost in the Cell tanpa Bayar Royalti
- 28 Apr 2026 12:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Langkah tak biasa dilakukan oleh Joko Anwar dalam menyambut film terbarunya, Ghost in the Cell. Di tengah pencapaian film tersebut, sang sutradara membuka peluang luas bagi pelaku UMKM untuk ikut merasakan dampak ekonomi dari popularitas karyanya.
Film Ghost in the Cell resmi tayang di bioskop pada 16 April 2026 dan langsung mencuri perhatian publik. Mengusung genre horor-komedi, film ini disebut-sebut sebagai salah satu karya paling berani dari Joko Anwar, sekaligus menjadi film ke-12 dalam kariernya. Dalam waktu 11 hari, film ini telah menembus angka 1,8 juta penonton, serta berhasil menjual hak tayang ke 86 negara.
Namun, bukan hanya pencapaian box office yang menjadi sorotan. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu, 15 April 2026, Joko Anwar membagikan sebuah poster berisi pengumuman yang cukup mengejutkan. Dalam poster tersebut, Joko Anwar mengizinkan para pelaku UMKM untuk menggunakan aset dan identitas brand Ghost in the Cell secara gratis dan bebas royalti. “Silahkan teman-teman,” tulis @jokoanwar pada caption postingannya.
Kebijakan ini tentu menjadi angin segar bagi para pelaku usaha kecil. Dalam pengumumannya, Joko Anwar menyebutkan bahwa siapa pun yang ingin membuat dan menjual merchandise bertema Ghost in the Cell dipersilakan memanfaatkan aset resmi yang telah disediakan melalui tautan di profilnya. Ia juga mengingatkan agar para pengguna tetap membaca terms of use yang tersedia dalam folder tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia. Di saat banyak industri kreatif memberlakukan lisensi ketat terhadap penggunaan brand mereka, keputusan Joko Anwar justru membuka akses yang inklusif, khususnya bagi pelaku usaha skala kecil.
Tidak sedikit warganet yang memuji kebijakan tersebut. Mereka menilai langkah ini bukan hanya strategi promosi, tetapi juga bentuk kolaborasi antara industri film dan ekonomi kreatif rakyat. Dengan popularitas film yang sedang tinggi, peluang penjualan merchandise pun diprediksi akan ikut meningkat.
Langkah Joko Anwar ini juga bisa menjadi contoh bagi sineas lain untuk lebih terbuka dalam berbagi manfaat ekonomi dari karya mereka. Sinergi antara kreator dan pelaku UMKM mampu menciptakan ekosistem industri kreatif yang lebih berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya produk turunan yang beredar di masyarakat, eksistensi film ini berpotensi bertahan lebih lama, bahkan setelah masa tayangnya di bioskop berakhir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....