Sejarah Ranau Rafting Berawal dari Hobi hingga Menjadi Daya Tarik Wisata

  • 22 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kegiatan arung jeram Danau Ranau di kawasan Danau terbesar kedua di Sumatera tersebut, terletak di perbatasan Sumatera Selatan (OKU Selatan) dan Lampung (Lampung Barat)terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai salah satu potensi wisata unggulan di wilayah Sumatera Selatan. Ranau Rafting yang kini dikenal luas oleh masyarakat, pada awalnya terbentuk dari aktivitas sederhana sekelompok pemuda yang memiliki hobi bermain di aliran sungai.

Salah satu pelaku awal, Pian pada saat ditemui RRI Palembang ,Minggu, 19 April 2026, mengungkapkan bahwa cikal bakal Ranau Rafting berangkat dari kegemaran mereka beraktivitas di sungai. “Awalnya hanya hobi bermain di sungai, lalu kami mulai menjual ban dan perahu sebagai sarana penunjang,” ujarnya. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang menjadi usaha wisata yang lebih terorganisir.

Pian menambahkan, sekitar tahun 2011 hingga 2012 mulai terbentuk komunitas yang menjadi wadah bagi para penggiat rafting di kawasan tersebut. Komunitas ini kemudian mengalami perkembangan lebih lanjut hingga pada tahun 2015 resmi terbentuk sebagai sebuah organisasi yang memiliki struktur dan pengelolaan yang lebih jelas.

Dalam perjalanannya, Ranau Rafting juga mendapat perhatian dari pemerintah, khususnya melalui dukungan Dinas Pariwisata setempat. Kolaborasi ini mendorong pengembangan wisata arung jeram di kawasan Wawanangi sebagai salah satu destinasi yang menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.

Saat ini, kegiatan rafting di Danau Ranau telah dikelola oleh dua operator yang aktif memberikan layanan kepada pengunjung. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan minat serta peluang ekonomi yang terus berkembang dari sektor pariwisata berbasis alam tersebut.

Antusiasme masyarakat terhadap aktivitas ini juga tergolong tinggi. Pian menyebutkan bahwa setiap hari selalu ada pengunjung yang datang untuk mencoba rafting, terutama pada saat hari libur yang mengalami lonjakan jumlah wisatawan secara signifikan.

Dari segi keamanan dan partisipasi, kegiatan Ranau Rafting terbuka untuk berbagai kalangan dengan batas usia minimal delapan tahun. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan keselamatan peserta sekaligus memberikan pengalaman wisata yang aman dan menyenangkan bagi semua kalangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....