Tradisi Behusek, Warisan Budaya yang Sarat Makna Sosial
- 03 Feb 2026 22:42 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Program siaran budaya Behusek Semende Panjang Besemah Libar di Pro 4 RRI Palembang kembali mengangkat kekayaan tradisi lokal Sumatera Selatan. Salah satu narasumber, Syafran Jali atau Mang Syafran, menjelaskan secara mendalam tentang tradisi Behusek, sebuah kebiasaan pergaulan bujang dan gadis dalam masyarakat Besemah dan Semende pada masa lampau.
Menurut Mang Syafran, Behusek atau yang juga dikenal dengan istilah tandang merupakan tradisi silaturahmi bujang ke rumah gadis yang dituju. Biasanya, para bujang datang secara berombongan, bahkan bisa mencapai sepuluh orang atau lebih, baik dari dusun yang sama maupun dari dusun yang cukup jauh.
“Bujang-bujang itu datang bertandang ke rumah gadis. Sebelum masuk, mereka permisi terlebih dahulu kepada mamak (ibu) atau orang tua si gadis dengan menyampaikan niat nak buhusek,” ujar Mang Syafran, Rabu 28 Januari 2026.
Setelah mendapat izin, para bujang dipersilakan masuk dan duduk di dalam rumah. Uniknya, dalam tradisi Behusek, proses perkenalan antara bujang dan gadis tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui sistem rekisan/rekuis, yaitu saling berkirim tulisan menggunakan secarik kertas.
Isi rekisan tersebut berupa perkenalan diri, seperti nama bujang, asal dusun, serta maksud kedatangan. Gadis yang dituju kemudian membalas tulisan tersebut. Proses ini berlangsung sambil para bujang lainnya berbincang di rumah tersebut.
“Ngobrolnya pakai tulisan, bukan langsung bicara. Bujang menulis, gadis membalas. Dari situ nanti kelihatan siapa yang saling tertarik,” jelasnya.
| Baca juga: Lin dan Callysta Tebar Inspirasi Anak Muda |
Tanda ketertarikan dalam tradisi Behusek bisa terlihat dari balasan tulisan, perhatian yang lebih, atau isyarat sederhana seperti senyuman. Dari sekian banyak bujang yang datang, biasanya hanya satu yang kemudian mendapat perhatian khusus dari sang gadis.
Mang Syafran menambahkan, tradisi Behusek tidak hanya menjadi sarana perkenalan, tetapi juga mencerminkan nilai kesopanan, tata krama, dan etika pergaulan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Besemah dan Semende pada masa lalu.
Melalui program Behusek Semende Panjang Besemah Libar, RRI Palembang terus berupaya melestarikan dan memperkenalkan tradisi-tradisi lokal agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....