Tradisi Meletakkan Sapu Lidi di Atas Kasur

  • 01 Feb 2025 10:48 WIB
  •  Palembang

KBRN, Ogan Ilir: Kebiasaan meletakkan sapu lidi di atas kasur sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama masih sering dilakukan oleh sebagian masyarakat, terutama yang masih memegang teguh ajaran leluhur. Yuli, seorang ibu rumah tangga yang masih mempertahankan tradisi ini, menjelaskan bahwa kebiasaan ini diajarkan oleh orang tuanya sejak kecil. “Dulu, sebelum kami pulang kampung atau pergi jauh, ibu selalu meletakkan sapu lidi di atas tempat tidur. Saat kami kembali, sebelum tidur, sapu itu digunakan untuk mengibas-ngibaskan kasur agar bersih dan nyaman,” ujarnya.

Selain alasan kebersihan, kebiasaan ini juga dipercaya memiliki makna lain. Yuli menuturkan bahwa neneknya selalu mengatakan bahwa sapu lidi bisa menjadi penanda bahwa tempat tidur tersebut kosong dalam waktu lama, sehingga jika ada ‘penghuni tak kasat mata’ yang mungkin singgah, mereka akan menjauh saat kasur dibersihkan dengan sapu tersebut. “Ini semacam pesan untuk mengusir energi negatif atau makhluk halus yang mungkin mendekat saat rumah dalam keadaan kosong,” tambahnya.

Dalam kepercayaan masyarakat tertentu, sapu lidi memang sering dikaitkan dengan perlindungan dari hal-hal gaib. Sebagian orang bahkan percaya bahwa benda ini bisa mengusir gangguan makhluk halus. Namun, bagi Yuli dan keluarganya, kebiasaan ini lebih kepada bentuk kewaspadaan dan kebersihan. “Setelah berhari-hari kosong, kasur bisa saja berdebu atau ada serangga kecil yang bersarang. Dengan mengibas-ngibaskan sapu, kita memastikan tempat tidur kembali bersih sebelum digunakan,” jelasnya.

Meskipun terdengar sederhana, kebiasaan ini juga mencerminkan sikap disiplin dan kepedulian terhadap kebersihan rumah. Bagi generasi lama, menjaga kebersihan tempat tidur adalah hal yang sangat penting karena berpengaruh pada kesehatan. "Orang tua dulu sangat teliti dalam hal ini, mereka tidak ingin kita tidur di tempat yang mungkin sudah kotor tanpa sadar," lanjut Yuli.

Kini, di tengah modernisasi, kebiasaan ini mulai jarang dilakukan oleh generasi muda. Banyak yang lebih memilih menggunakan alat pembersih modern seperti vacuum cleaner atau alat penyedot debu. Meski begitu, Yuli berharap tradisi ini tetap dikenang sebagai bagian dari kebiasaan leluhur yang mengajarkan kebersihan sekaligus kearifan lokal. "Kalau pun tidak percaya dengan hal-hal gaib, setidaknya ini mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat tidur," pungkasnya.

Apakah kebiasaan ini masih sering dilakukan di keluarga Anda? Terlepas dari alasan spiritual atau kebersihan, kebiasaan ini menunjukkan betapa orang tua kita dahulu memiliki cara sederhana namun bermakna dalam menjaga kebersihan rumah dan kenyamanan saat kembali setelah bepergian lama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....