Sejarah Menarik Biskuit Khong Guan
- 08 Jan 2026 09:45 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Apakah kamu tahu arti “Khong Guan” sebenarnya? Biskuit legendaris ini sebenarnya bukan asli dari Indonesia loh. Dilansir dari laman Wikipedia Ensiklopedia Indonesia. Semua bermula di tahun 1947 ada dua bersaudara asal Fujian, Tiongkok mereka adalah Chew Choo Keng dan Chew Choo Han yang merantau ke Singapura. Awalnya mereka hanya buruh pabrik biskuit biasa sampai suatu hari mereka menemukan mesin biskuit tua yang sudah karatan di tumpukan sampah. Mesin itu mereka perbaiki sendiri sampai bisa dipergunakan lagi. Hingga akhirnya lahirlah Khong Guan.
Dilansir dari lama Youtube Sebelum Cerita, pada tahun 1947 dua bersaudara ini memutuskan untuk mendirikan pabrik yang bernama Khong Guan Singapura limited yang berlokasi di Jalan Eith Singapura dan pada akhirnya dipindahkan ke Jurong Singapura untuk memperbesar produksinya.
Dari pabrik pertama di Singapura, Khong Guan berkembang pesat ke Malaysia, Indonesia, China, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri produksi pertama biskuit Khong Guan terjadi pada tahun 1971 di Surabaya. Pada tahun 1976 perusahaan ini pindah ke Jakarta dan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Beberapa anak perusahaan dari Khong Guan adalah Shin Biskuit Indonesia atau Nissin, PT Monde Mahkota Biskuit, PT Serena Indopangan Biskuit atau Serena dan PT. Jadi Abadi Corak Biskuit atau Jacobis.
Nama Khong Guan sendiri memiliki arti yang unik yaitu kaleng kosong. Jadi terjawabkan kenapa kaleng biskuit ini sering diisi rengginang atau kerupuk. Aslinya dalam satu kaleng Khong Guan itu biasanya berisi bermacam-macam biskuit, seperti: biskuit kelapa, biskuit krim, wafer, marie biskuit, dan kreker.
Ada lagi hal unik yang sering menjadi penasaran tentang kaleng Khong Guan. Mengapa dalam lukisan kaleng Khong Guan hanya ada ibu dan dua orang anak? Ayahnya ke mana? Ternyata menurut pelukisnya, Bernandus Prasojo ini adalah strategi marketingnya. Tujuannya untuk sosok ibu yang biasanya menjadi pengambil keputusan saat berbelanja.
Ciri paling ikonik dari biskuit Khong Guan adalah kalengnya berwarna merah dengan gambar ibu dan dua anak sedang makan biskuit, hampir selalu ada di meja saat lebaran atau hari raya dan setelah biskuit habis, kalengnya akan jadi tempat kerupuk rengginang.
Biskuit ini jadi Sultan Meja tamu sejak tahun 70-an. Khong Guan bukan sekadar biscuit, ia adalah simbol ketangguhan, kreativitas, dan kenangan keluarga yang telah berkelana dari pabrik kecil pascaperang hingga menjadi camilan ikonik di banyak negara. Dari cerita imigran yang berjuang hingga kaleng merah yang dikenang generasi ke generasi semuanya membuat kisahnya begitu unik dan inspiratif.