Mengenal Sejarah Air Zam Zam

  • 18 Nov 2025 18:11 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Air merupakan kebutuhan utama, yang menunjang kehidupan mahluk hidup dimuka bumi, di tanah Arab air zam zam, merupakan sumber mata air, yang hingga saat ini air nya terus memancar, dan menjadi incaran setiap orang yang melakukan perjalanan haji atau umrah, untuk mendapatkannya.

Ustad Suhaimi, sebagai pembimbing bagi jamaah umrah Zafatour, Senin (3/11/2025) menjelaskan tentang sejarah air zam-zam yang hingga kini mata air ini terus mengalir, dan dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat Mekah dan Madinah, juga umat muslim diseluruh penjuru dunia, ketika datang ke Madinah atau pun ke Mekah.

Air zam-zam merupakan keajaiban dunia, dianggap air suci bagi umat muslimin, sumur air zam-zam itu sendiri terletak di kawasan Masjidil haram, disebelah tenggara Ka'bah, dengan kedalaman mencapai 42 meter, setiap tahun umat Islam yang berziarah yang melakukan ibadah haji atau umrah banyak berkunjung ke sumur zam zam, dan mengambil air nya sebagai oleh oleh.

“Air zam-zam itu sendiri, mata air yang terpancar berdasarkan sejarah nya, berkaitan dengan kisah nabi Ibrahim yang Allah perintahkan untuk membawa istri nya Siti Hajar dan putra nya Ismail untuk dibawa ke Padang pasir gersang dan tandus, tidak berpenghuni, yang kini dikenal dengan Kota Mekah," ungkap Ustad Suhaimi.

Lebih lanjut Ustad Suhaimi menjelaskan, kala itu nabi Ibrahim berharap kepada Allah, agar kebutuhan anak dan istrinya dapat terpenuhi, hingga suatu ketika nabi Ismail yang masih balita menangis kehausan, Siti Hajar yang melihat anak nya tercinta kehausan dan kelaparan karena perbekalan mereka telah habis, mencari sumber mata air dan makanan untuk mereka

Siti Hajar berlari turun ke bukit Marwah, lalu kembali lagi berlari ke bukit Shafa, kemudian kembali lagi ke bukit Marwah, sebanyak tujuh kali, Siti Hajar berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah untuk mencari sumber mata air dan sumber makanan.

Hingga Siti Hajar mendengar suara, selain suara Ismail anak nya yang menangis, dia mendengar suara hentakan kaki dari putra nya ismail, yang menghentakkan kaki nya ke tanah, dari hentakan kaki Ismail, mengalir lah air, dari dalam tanah, lalu Siti Hajar berteriak zam zam… zam zam.. yang dalam bahasa arab secara etimologi artinya berkumpul lah,banyak,dan melimpah ruah, air pun berkumpul sehingga Siti Hajar juga Nabi Ismail dapat menikmati air tersebut.

“Air zam-zam dipercaya selain suci, juga dipercaya memiliki khasiat dapat menyembuhkan beragam penyakit, Nabi Muhammad sendiri memuji kualitas air zam-zam, yang memiliki banyak nutrisi, menyehatkan dan memiliki khasiat penyembuhan, berdasarkan banyak literatur hadist, menyatakan keberkahan air zam zam dapat meredakan rasa lapar dahaga dan dapat menyembuhkan," tutur Ustad Suhaimi.

Rekomendasi Berita