Meski Keterbatasan Fisik, Anggie Ojol Disabilitas Menjadi Inspirasi

  • 31 Okt 2025 16:44 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di tengah keramaian hiruk pikuk Kota Palembang yang begitu padat, kisah inspirasi diceritakan langsung dari seorang laki laki Disabilitas fisik pada kaki. Sehari-hari, ojol bernama Anggi ini bekerja sebagai pengemudi (driver) ojek online (ojol).

Stigma tak bisa berkendara dan lebih sulit mandiri dipatahkan oleh laki laki hampir berumur berkepala tiga ini.

Menjadi Driver Ojol disabilitas fisik pada kaki. Anggi merupakan salah satu penyandang disabilitas fisik pada kaki ini menuturkan bahwa dirinya memutuskan untuk berprofesi sebagai ojek online salah satu brand driver online berwarna kuning ini untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan untuk bisa menjadi mandiri.

"Saya butuh untuk menafkahi istri dan anak saya," ujarnya pada RRI Palembang.Meski menurutnya penghasilan sebagai driver Gojek belumlah memadai, dia tetap selalu bersyukur atas setiap rupiah yang diperoleh. "Tarif lebih murah, tapi saya tetap bersyukur dan berharap mudah-mudahan tarif bisa naik," tuturnya.

Demikian, Anggi berharap semoga ada kenaikan tarif ojol ke depannya untuk menaikkan pemasukannya. Banyak suka duka yang menurutnya sering dialami selama menjadi ojol. Walaupun tidak semua pengalaman dengan customernya menyenangkan.

Menurut Anggi, baginya setiap penumpang adalah tanggung-jawab yang harus diemban dengan sepenuh hati. Untuk itu, dia terus maksimal berusaha memberikan pelayanan terbaik meskipun terkadang menghadapi penumpang yang kurang memahami kondisi disabilitas fisik kakinya. Keselamatan di jalan adalah prioritas utamanya.

"Saya selalu berhati-hati di jalan dan memastikan komunikasi yang jelas dengan penumpang," katanya.

"Kadang ada yang Pesan order untuk mengambil Makanan. Makanan sudah diambil, belum diantar,tiba-tiba orderan dibatalkan,"ungkap Anggi.

Terkadang ada juga customer yang pesan tidak sesuai titik lokasinya, sehingga pesanan sering dibatalkan. Demikian dia menceritakan duka yang sering dialaminya.

Ketika pesanan dibatalkan, bukan hanya penghasilan yang hilang, tetapi juga peringkatnya di platform yang dapat menurun. Tapi Anggi percaya rezeki itu sudah diatur oleh Allah, dan dia juga berharap platform driver online tempatnya bekerja dapat memberikan dukungan terutama kepada mereka ojol disabilitas.

Dia percaya bahwa dukungan dari perusahaan tempatnya bekerja seperti sangatlah penting bagi penyandang disabilitas sepertinya. Ia berharap ke depannya diadakan pelatihan dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang layak untuk ojol.

"Perusahaan harus lebih peduli dan mendukung ojol dengan menyediakan pelatihan dan fasilitas yang memadai. Semoga kedepannya ada pelatihan ataupun fasilitas dari perusahaan untuk kami," ungkap Anggi.

Menurutnya, kesetaraan di tempat kerja adalah hal yang sangat penting bagi penyandang disabilitas sepertinya. Dia berharap masyarakat dan perusahaan dapat lebih memahami dan mendukung penyandang disabilitas fisik.

Dengan segala tantangan yang ia hadapinya, Anggi tetap optimis tentang masa depan. Dia berharap bahwa kesadaran masyarakat tentang disabilitas akan meningkat dan lebih banyak dukungan kepada penyandang disabilitas.

"Kesetaraan bagi penyandang Disabilitas sangat penting," tutur Anggi.

Rekomendasi Berita