Nyambai, Napas Majapahit yang Hidup Kembali di Belandang

  • 24 Okt 2025 22:06 WIB
  •  Palembang

KBRN, Ogan Komering Ulu: Dari sebuah balai desa yang sederhana di Desa Belandang, terdengar dentingan gong dan gamelan berpadu dengan langkah kaki yang kaku namun ritmis. Sejumlah penari, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, bergerak perlahan mengikuti irama. Gerakannya tampak patah-patah, seolah baru belajar menari, namun di situlah keunikan yang menandai sebuah tarian tua Bakhi Nyambai.

Bagi masyarakat Desa Belandang Ogan Komering Ulu (OKU), kebudayaan Nyambai bukan sekadar hiburan. Ia adalah napas sejarah, warisan leluhur yang pernah hilang, lalu kembali hidup berkat semangat sekelompok warga yang tak ingin jejak budaya mereka lenyap ditelan waktu.

Menurut penuturan Rizan Pratama Putra tokoh muda Desa Belandang, budaya Nyambai diyakini telah masuk ke Desa Belandang sejak masa kerajaan Majapahit berlayar ke Sumatera. Bersama pengaruh itu datang pula alat musik seperti gong dan gamelan, yang menjadi bukti keterhubungan budaya antara Jawa dan tanah Ogan.

Jejak tentang budaya Nyambai juga tercatat dalam buku penelitian Belanda berjudul “Eenige bijzonderheden omtrent Palembang” pada tahun 1843. Dalam catatan tersebut, para peneliti Belanda menemukan bahwa budaya Nyambai sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Ogan, termasuk di Desa Belandang.

Namun seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1905, tradisi ini menghilang tanpa jejak. Tidak ada lagi kisah yang diwariskan, tidak ada catatan dari para tetua adat. Baru setahun kemudian, pada 1906, budaya Nyambai kembali muncul dalam acara-acara desa, seperti penyambutan tamu dan pesta rakyat.

“Sayangnya, di era 1980-an, Nyambai kembali terhenti. Tidak ada dokumentasi, tidak ada penerus yang melanjutkan. Sejak tahun 1981 hingga 2020, budaya ini seolah tertidur panjang,” ujar Rizan dalam penjelasan ke RRI, Jumat (24/10/2025).

Kebangkitannya baru terjadi pada tahun 2021, ketika Zainuddin, Ketua Adat Desa Belandang, bersama kelompok sadar budaya setempat berinisiatif untuk menghidupkan kembali Nyambai. Hal ini berdasarkan dari ingatan dan keterangan para tetua desa dan masyakat desa yang pernah menyaksikan tarian nyambai dan tradisi lainnya.

“Mereka membentuk sanggar tari, melibatkan warga desa untuk berlatih setiap hari Rabu pukul 09.30 pagi. Dari ruang balai desa yang sederhana, suara gamelan kembali bergema, menandakan kehidupan baru bagi warisan lama,” ujarnya

Sementara itu Dandy Naufalzach Fadlurahman salah seorang pemerhati budaya ogan menambahkan kalu nyambai itu artinya acara (dalam arti lain resepsi pernikahan atau hajatan). Beragam acara akan ditampilkan seperti tari-tarian, penampilan sastra tutur dan rangkaian tradisi budaya dalam pernikahan.

“Nyambai itu berarti acara, pada masa nya dahulu, masyarakat menampilkan berbagai bentuk kesenian lama seperti tarian bakhi, tutur selimut, pantun bahasa Ogan, hingga arak-arakan pengantin dengan tombak.” Ujar dandy

Salah satu yang paling menonjol dari Nyambai adalah Tari Bakhi Nyambai, tarian yang dibawakan oleh enam hingga delapan penari. Gerakannya khas kaku, patah, dan ritmis. Sekilas tampak sederhana, tapi di balik itu terkandung simbol keselarasan dan ketulusan. Tarian ini biasa ditampilkan saat pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, panen buah, dan berbagai upacara adat.

Kini, setiap Rabu pagi, masyarakat Desa Belandang berkumpul di balai desa. Anak-anak menonton, para orang tua menabuh gong, dan para penari berlatih dengan penuh semangat. Bagi mereka, ini bukan sekadar latihan tari, melainkan cara untuk menghidupkan kembali ingatan tentang siapa mereka dan dari mana mereka berasal.

Harapan Rizan dan Dandy selaku generasi muda yang perhatian dengan budaya mengatakan Nyambai bukan hanya tarian. Ia adalah cerita panjang tentang keteguhan sebuah desa menjaga akar budayanya, di tengah arus modernisasi yang terus menggulung.

Dari tepian Ogan, gema gamelan kembali terdengar.Menandai bahwa warisan Majapahit itu belum punah, dan kini berdenyut lagi di jantung Desa Belandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....