Dari Solo ke Palembang, Cinta Gamelan Membara

  • 13 Agt 2025 10:14 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di sela-sela kesibukannya sebagai ibu dari enam anak, Sandra Larumunde tetap menyalakan bara cinta pada seni budaya tradisional. Sejak 1 Maret 2021, ia bergabung dalam komunitas Wayang Palembang, dan menekuni kerawitan serta musik tradisional gamelan, sebuah keputusan yang memperkaya hidupnya sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

“Awalnya sangat susah untuk menghafal not dan tangga nada. Lama kelamaan karena suka, lalu mencoba menghapali nada dan menjaga keseiramaan dalam memainkan gamelan,” ungkap Sandra saat berbincang bersama RRI, Jumat (14/08/2025).

Saat pertama kali belajar, Sandra mengaku kesulitan menyesuaikan diri dengan irama dan struktur nada dalam musik gamelan Palembang. Namun, ketekunan dan kecintaannya pada seni mengubah segalanya. Ia mulai melatih diri dengan menghapal nada dan menyatu bersama pemain lainnya dalam satu irama yang harmonis.

Proses itu bukan sekadar latihan teknis. Ia menghidupkan kembali kenangan masa kecilnya. Lahir dari keluarga berdarah Solo yang mencintai seni tradisi, Sandra tumbuh akrab dengan gamelan dan wayang kulit. Tak jarang, saat remaja ia menyaksikan langsung pertunjukan wayang lengkap dengan musik gamelan yang menghanyutkan.

“Kebetulan keluarga dari papa, Mbah di Solo memang hobi memainkan wayang dan nyinden. Keluarga di Solo juga memiliki alat musik gamelan,” jelas Sandra sambil sesekali memantau anak perempuannya yang tengah berlatih menari di gedung kesenian.

Tak puas hanya belajar untuk diri sendiri, kini Sandra terjun langsung mengajak generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk mengenal dan memainkan gamelan Palembang. Ia menyadari, regenerasi pemain sangat penting demi lestarinya budaya ini.

“Saya suka dan semangat belajar seni karena ingin mengembangkan dan memperkenalkan alat musik tradisional gamelan Palembang kepada generasi muda. Ibu seumuran saya masih mau belajar, kenapa tidak dengan anak muda sekarang?” katanya penuh semangat.

Bersama komunitasnya, Sandra rutin mengadakan pelatihan dan sesi bermain bersama. Tujuannya satu: membangun kecintaan yang otentik terhadap budaya sendiri. Menurutnya, mengenalkan gamelan tak cukup hanya lewat teori atau tontonan. Harus dirasakan, dimainkan, dan dinikmati langsung.

Bagi Sandra, gamelan bukan sekadar alat musik—melainkan jati diri. Ia percaya bahwa dengan terus memainkan dan memperkenalkan musik tradisional, ia turut menjaga keberlangsungan budaya dan kebanggaan daerah.

“Untuk memotivasi generasi muda suka bermain alat musik tradisional, caranya dengan kita memperkenalkan dan mengajak berlatih bersama mereka,” tegasnya.

Sandra Larumunde membuktikan bahwa mencintai budaya bukan soal usia atau latar belakang. Dengan tekad dan kecintaan, siapa pun bisa menjadi penjaga warisan bangsa. Dan ia memilih gamelan Palembang sebagai jalannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....