Festival Dulmuluk Dapat Menjadi Upaya Pelestarian Warisan Budaya
- 30 Jul 2025 22:03 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Festival Dulmuluk 2025 menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Sumatera Selatan.
Diselenggarakan pada 29–30 Juli 2025 di Graha Budaya Jakabaring Palembang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, festival ini menampilkan kekayaan seni tradisional yang telah mengakar dalam sejarah masyarakat Palembang, khususnya seni teater Dulmuluk.
Menurut keterangan Mohammad Arfani Ssbagai peniulis dan penggiat dulmuluk dan bangsawan dalam bincang-bincang bersama RRI Palembang menjelaskan bahwa dulmuluk yang merupakan teater tradisional Melayu Palembang. Dulmuluk bukan sekadar hiburan, melainkan juga media penyampaian pesan moral, nilai budaya, dan filosofi hidup masyarakat lokal.
Melalui Festival Dulmuluk 2025, generasi muda diajak untuk mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya sendiri. Dalam acara ini ditampilkan berbagai pementasan Dulmuluk dari dari berbagai kelompok teater pelajar dan juga mahasiswa di kota Palembang.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda tentang kekayaan budaya lokal. Teater Dulmuluk sendiri merupakan bentuk seni pertunjukan yang khas, menggabungkan narasi islami, musik, dan lakon yang kental dengan nilai moral serta petuah kehidupan, “ ujarnya.
Arfani yang juga selaku juri lomba dulmuluk menambahkan dalam festival ini masyarakat tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga diajak menyelami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap cerita.
Kisah-kisah yang diangkat seperti perjuangan, keadilan, dan kebaikan, menjadi cerminan nilai-nilai budaya Melayu Palembang yang masih relevan hingga kini. Melalui pementasan yang digarap dengan nuansa tradisional, penonton diajak kembali ke masa lalu dan memahami identitas budaya mereka sendiri.
“Lebih dari itu, festival ini juga menjadi ruang kreatif bagi seniman lokal untuk menunjukkan eksistensinya. Anak-anak muda yang terlibat dalam produksi dan pementasan mendapat kesempatan untuk mengenal dan mencintai seni tradisional yang mulai jarang dipentaskan. Ini adalah bagian penting dari regenerasi pelaku seni dan pelestari budaya,” jelasnnya.
Dengan demikian, memaknai kegiatan Festival Teater Dulmuluk bukan sekadar menyaksikan pertunjukan, melainkan ikut serta menjaga keberlangsungan budaya daerah. Festival ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah jati diri yang harus terus dirawat dan dijaga agar tidak tergerus zaman. Semangat kebersamaan, apresiasi seni, dan cinta terhadap warisan leluhur menjadi makna utama dari kegiatan yang sarat nilai ini.
“Selain sebagai ajang apresiasi seni, festival ini juga menjadi sarana regenerasi pelaku seni tradisional. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi kebudayaan daerah untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi,” Arfani menambahkan.
Antusiasme penonton terutama pelajar dan mahasiswa, serta komunitas budaya membuktikan bahwa tradisi dapat tetap hidup jika dikelola dan dikembangkan dengan pendekatan yang adaptif dan partisipatif.
Festival Dulmuluk 2025 bukan hanya sebuah perayaan seni, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa Sumatera Selatan serius dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur. Melalui kegiatan ini, diharapkan Dulmuluk tetap lestari dan terus berkembang sebagai simbol kebanggaan budaya Palembang di masa kini dan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....