Berjualan Usia Remaja, Bangun Komunikasi dengan Pelanggan sejak Dini

  • 05 Okt 2026 22:39 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ovidia Rahmawati memulai karir usaha kulinernya sejak usia sekolah dengan berjualan produk makanan.
  • Dalam setahun terakhir, Ovidia memutuskan untuk serius membangun usaha kuliner secara mandiri dengan mengandalkan kemampuannya sendiri.
  • Pengalaman berulang kali mencoba berjualan dan membuat produk sendiri menjadi fondasi kuat bagi Ovidia untuk mengembangkan bisnis kulinernnya di Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Kegemaran berjualan sejak usia sekolah menjadi bekal Ovidia Rahmawati dalam menekuni dunia usaha kuliner. Pengalaman tersebut membuat perempuan yang besar di Palembang ini semakin berani mengembangkan produk makanan secara mandiri.

Memasuki sekitar satu tahun terakhir, Ovidia memilih lebih serius membangun usaha kuliner dengan mengandalkan kemampuan yang dimilikinya. Keputusan itu tidak datang secara tiba-tiba, karena sebelumnya ia telah beberapa kali mencoba berjualan dan membuat produk sendiri.

Ovidia pemilik Bravela Flavor Fix menuturkan, pengalaman berjualan telah dimulai sejak sekolah dasar dengan membantu menjual makanan buatan ibunya kepada teman-teman. Kebiasaan tersebut berlanjut hingga SMP dan SMA, bahkan saat kuliah ia sempat membuat dan menjual sushi roll melalui sistem pesanan.

“Ketertarikan pada dunia jual beli membuat kegiatan berdagang terasa menyenangkan. Saya mencoba mengembangkan produk sendiri setelah sebelumnya lebih banyak menjadi reseller,” ujarnya dalam Teras UMKM RRI Palembang, Senin, 28 September 2026.

Latar belakang pendidikan di bidang gizi juga ikut memberikan pengetahuan yang mendukung aktivitasnya di bidang kuliner. Meski tidak sepenuhnya bekerja sesuai latar belakang pendidikan, pengetahuan tersebut tetap menjadi pertimbangan dalam mengembangkan makanan.

“Menjadi pelaku usaha tidak hanya membutuhkan kemampuan memasak. Seorang pemilik usaha juga harus memahami pengelolaan pesanan, pembelian bahan, pembuatan konten hingga komunikasi dengan pelanggan,” jelasnya.

Dalam menjalankan usaha, ia masih mengerjakan hampir seluruh proses secara mandiri. Mulai dari berbelanja bahan, memasak, menerima pesanan, mengelola media sosial hingga membuat konten dilakukan sendiri.

Kondisi tersebut menjadi pengalaman tersendiri dalam memahami seluk-beluk usaha kuliner. Berbagai tantangan yang muncul justru menjadi kesempatan untuk menambah keterampilan baru.

“ Saya tidak langsung memiliki target besar ketika memulai usaha. Proses membangun usaha perlu dilakukan secara bertahap sambil melihat respons konsumen terhadap produk yang dibuat,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut juga mengajarkannya untuk tidak mudah menyerah. Sebelum memulai usaha secara serius, ia bahkan telah mempersiapkan berbagai hal sekitar tiga bulan sebelum produk diluncurkan.

Persiapan tersebut mencakup konsep produk, menu, sistem penjualan hingga identitas usaha. Langkah itu dilakukan agar usaha yang dibangun memiliki arah yang lebih jelas.

Bagi Ovidia, pencapaian dalam berusaha tidak selalu harus berupa peningkatan penjualan. Mampu menemukan resep yang sesuai, menguasai keterampilan membuat konten dan memahami pengelolaan usaha juga dianggap sebagai pencapaian.

“Anak muda yang ingin memulai usaha sebaiknya terlebih dahulu mempersiapkan mental. Keputusan meninggalkan pekerjaan untuk berwirausaha juga perlu dipertimbangkan dengan matang,” saranya untuk para pekaku usaha muda.

Ovidia menyarankan calon pelaku usaha untuk berdiskusi dengan orang yang memiliki pengalaman di bidang yang sama. Menurutnya, teman diskusi dapat membantu melihat persoalan usaha dari sudut pandang yang berbeda.

Kini, ia masih memilih mengembangkan usaha melalui sistem penjualan daring dan pesanan tertentu. Pengalaman selama setahun terakhir menjadi modal untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam bidang kuliner.

Ia berharap proses yang sedang dijalani dapat membuat usahanya terus berkembang. Bagi Ovidia, keberanian mencoba, konsistensi dan kemauan belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pelaku UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....