Program Ayam Petelur PTBA, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Sirah Pulau

  • 17 Sep 2026 20:12 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Program Ayam Petelur PT Bukit Asam di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat berhasil meningkatkan produktivitas telur dan kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
  • Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTBA memberikan rutinitas dan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga yang sebelumnya memiliki keterbatasan ekonomi.
  • Peserta program seperti Amat, meski usia tidak lagi muda, mampu aktif berkontribusi ekonomi keluarga melalui bantuan dan dukungan dari PT Bukit Asam.

RRI.CO.ID, Lahat - Tidak hanya berdampak produktivitas telur secara mandiri, Program Ayam Petelur PT PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Program ini juga memberikan rutinitas bagi penerima manfaat.

Seperti seorang pria yang sudah berusia senja, Amat namanya yang mampu menambah penghasilan keluarga berkat bantuan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTBA. Usia yang tidak lagi muda, tidak membuat Amat berdiam diri.

Dia bersama penerima manfaat lainnya di Desa Sirah Pulau menerima bantuan berupa pelatihan dan peningkatan kapasitas budidaya ayam petelur skala rumahan dan komunal. Bantuan itu dilakukan PTBA pada awal Agustus lalu.

Usai menerima bantuan Amat mengaku memiliki kesibukan baru di rumahnya. “Dari pagi, hingga malam hari, saya gunakan untuk memperhatikan pakan dan minum ayam-ayam yang dipelihara di kendang samping rumah,” ucap Amran dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Senin 7 September 2026.

Program ini semakin memberikan semangat padanya, karena tidak hanya kemandirian ekonomi pastinya konsumsi telur yang bisa diperoleh setiap hari. Semangat Amat ditunjukan dengan rutin membersihkan kandang ayamnya selama dua hari sekali.

Amat pria yang berusia 72 tahun ini mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun dengan ayam memberikan penghasilan tambahan untuk keluarganya mulai terbuka.

“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur. Tidak ada pekerjaan tetap, jadi untuk kebutuhan sehari-hari ya masih bergantung pada anak saya,” jelasnya.

Salah satu penerima manfaat, Amat Warga Sirah Pulau, Kecamatan Merapi.

Kisah Amat, juga dirasakan Komala (40), penerima manfaat lainnya yang merupakan Warga Sirah Pulau, Kecamatan Merapi timur, Kabupaten Lahat. Komala yang merupakan ibu rumah tangga mendapatkan penghasilan tambahan untuk ekonomi keluarga dari Program Ayam Petelur PTBA.

“Manfaatnya banyak terutama buat konsumsi sendiri. Telur ayam juga bisa kita jual buat perekonomian keluarga sehari- hari,” tegas ibu dua anak ini.

Namun diakui Komala, lebih dari penghasilan dan konsumsi telur secara mandiri, Program Ayam Petelur memberikan rutinitas postif baginya. “Manfaat dari ayam petelur bisa untuk kegiatan kita sehari hari dalam mengolah telur atau menjalankan program ayam petelur,” jelasnya.

Komala pun berharap ke depan Program Ayam Petelur dapat bermanfaat bagi semua penerima manfaat. “Terutama yang mengolah ayam petelur bisa sukses berjamaah dan terima kasih buat PTBA yang sudah membantu program ini,” ungkap Komala dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Kamis 17 September 2026.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitemen itu dengan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Budidaya Ayam Petelur Skala Rumahan dan Komunal di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.

Pada tahap pertama, PTBA memberikan dukungan berupa 2.400 ekor ayam petelur, pembangunan 50 unit kandang skala rumahan dan 1 unit kandang komunal, penyediaan pakan, serta pendampingan teknis oleh tenaga ahli. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurutnya PTBA tidak hanya memberikan bantuan.

“Perusahaan juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Melalui budidaya ayam petelur ini, kami berharap masyarakat Desa Sirah Pulau dapat memiliki sumber penghasilan alternatif yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus turut memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal," ungkapnya.

Eko merinci masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan 12 ekor ayam, 1 karung pakan dan kandang baru yang disiapkan di dekat rumah masing-masing. Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat dapat lebih cepat merasakan hasil program.

Semula, ayam diperkirakan mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun, dalam pelaksanaannya, ayam telah mulai bertelur pada hari ke-16. Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah mampu beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.

“Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, mulai berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, termasuk bagi pak Amat dan Ibu Komala,” sebut Eko.

Eko Prayitno mengungkapkan bertelurnya ayam bantuan tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan bersama masyarakat telah memasuki tahap penting. Yakni menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.

"Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur,” ujar Eko.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, “Yang pasti mereka juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” tutup Eko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....