Eko Yolanda Uji Pasar Lewat Inovasi Pempek Jumbo
- 18 Sep 2026 08:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Eko Yolanda Arta, pemilik NUN Laundry & Pempek Kak E, berinovasi mengembangkan produk pempek berukuran jumbo untuk menyesuaikan dengan perubahan minat dan kebutuhan konsumen.
- Inovasi pempek jumbo muncul setelah melihat tren pasar yang berkembang di masyarakat Palembang dan merupakan strategi adaptasi UMKM terhadap dinamika pasar.
- Produk pempek jumbo telah mulai diproduksi secara rutin dan dipasarkan melalui lapak sarapan sebagai saluran distribusi baru untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
RRI.CO.ID, Palembang - Perubahan selera konsumen mendorong pelaku UMKM terus berinovasi. Bagi Eko Yolanda Arta, pemilik NUN Laundry & Pempek Kak E, membaca tren dilakukan dengan mencoba langsung produk baru dalam skala terbatas.
Eko mengembangkan pempek berukuran jumbo setelah melihat tren pempek berukuran besar yang mulai diminati masyarakat. Produk tersebut kemudian diuji coba untuk melihat respons konsumen.
“Ide tersebut muncul setelah melihat tren pempek berukuran jumbo yang berkembang di masyarakat,” jelas Eko.
Kesempatan memasarkan produk melalui lapak sarapan menjadi titik awal percobaan Eko. Dari sana, ia melihat adanya respons konsumen terhadap pempek jumbo yang dibuatnya.
Respons tersebut membuat Eko melanjutkan produksi secara rutin. Namun, jumlah produksi masih disesuaikan dengan kemampuan usaha dan permintaan yang diterima.
“Produksi pempek jumbo saat ini masih disesuaikan dengan kemampuan produksi dan permintaan yang diterima,” ujarnya dalam program Teras UMKM, Senin, 14 September 2026.
Bagi Eko, pengalaman tersebut menunjukkan inovasi produk tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar. Pelaku UMKM dapat lebih dulu menguji produk melalui produksi terbatas sebelum memutuskan meningkatkan kapasitas.
Pola tersebut sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha untuk membaca respons pasar dan menekan risiko ketika memperkenalkan produk baru.
Namun, mengikuti tren saja tidak cukup. Eko menilai kualitas bahan baku dan proses produksi tetap menjadi faktor penting, terutama bagi usaha makanan yang mengandalkan rasa sebagai bagian dari pengalaman konsumen.
Karena itu, inovasi pempek jumbo tidak hanya menyangkut ukuran produk. Respons konsumen terhadap rasa, kualitas dan karakter produk juga perlu menjadi bahan evaluasi sebelum pengembangan lebih jauh dilakukan.
“Keberanian mencoba harus diikuti dengan kemampuan mengevaluasi hasilnya,” ungkapnya.
Setelah memperoleh gambaran dari pasar, Eko masih membuka peluang memperluas pemasaran melalui kanal digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus langsung meningkatkan produksi secara besar-besaran.
Pengalaman Eko menunjukkan bahwa inovasi UMKM dapat dimulai dari hal sederhana: membaca tren, mencoba produk, mengukur respons konsumen, kemudian memperbaikinya berdasarkan hasil di lapangan.
Dengan pola bertahap tersebut, keputusan pengembangan produk tidak hanya bergantung pada perkiraan, tetapi juga pengalaman nyata dari konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....