UMKM Perlu Beradaptasi dengan Pemasaran Digital

  • 17 Sep 2026 20:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan pencarian informasi melalui internet memaksa pelaku UMKM untuk mengubah strategi pemasaran dari promosi tradisional berbasis selebaran menjadi pemasaran digital.
  • Calon konsumen menggunakan mesin pencarian untuk menemukan usaha atau layanan terdekat, sehingga UMKM harus memastikan informasi bisnis dan lokasi mereka tercantum dengan jelas di platform pencarian.
  • Penyajian informasi yang transparan dan terstruktur tentang usaha, layanan, dan lokasi menjadi kunci untuk menarik calon konsumen dan memberikan gambaran akurat sebelum mereka memutuskan menggunakan layanan.

RRI.CO.ID, Palembang - Perubahan perilaku konsumen membuat pelaku UMKM perlu menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi digital. Pola promosi menggunakan selebaran mulai bergeser seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat mencari informasi melalui internet.

Pelaku UMKM Eko Yolanda Arta mengatakan, konsumen kini dapat menggunakan mesin pencarian untuk menemukan usaha atau layanan yang berada paling dekat dengan lokasi mereka. Selain mencantumkan lokasi, informasi mengenai usaha juga perlu dibuat jelas agar calon konsumen memperoleh gambaran sebelum menggunakan layanan.

“Kondisi tersebut membuat keberadaan usaha pada layanan peta digital menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pelaku UMKM,” ujarnya dalam

di RRI, Senin, 14 September 2026.

Eko yang juga pemilik usaha NUN Laundry & Pempek Kak E juga menyebut ulasan pelanggan menjadi bagian dari informasi yang dapat membantu calon konsumen mengenali sebuah usaha. Namun, ia menilai pelaku UMKM sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah ulasan, tetapi juga memastikan pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Pelayanan yang baik dapat mendorong konsumen memberikan pengalaman secara sukarela melalui platform digital. Strategi pemasaran digital tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi UMKM menghadapi perubahan kebiasaan masyarakat.

“Selain pemasaran, teknologi juga dapat digunakan untuk mendukung operasional usaha sehari-hari,” jelasnya.

Dalam usaha laundry, misalnya, sistem digital dapat membantu pencatatan barang, pembuatan nota, pemantauan proses pengerjaan, hingga komunikasi dengan pelanggan. Konsumen pun dapat memperoleh informasi mengenai status pesanan tanpa harus datang atau berulang kali menghubungi pengelola usaha.

Bagi pelaku UMKM, pemanfaatan teknologi tidak selalu berarti menggunakan sistem yang rumit. Hal terpenting adalah memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha dan kemampuan pengelola dalam menggunakannya.

“Pelaku usaha juga perlu terus belajar karena strategi yang berhasil pada masa sebelumnya belum tentu sesuai dengan kondisi saat ini,” ungkapanya. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha di tengah persaingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....