Menguji Otentisitas Nasi Kebuli di Tengah Gempuran Tren Kuliner

  • 16 Sep 2026 12:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Nasi kebuli adalah warisan kuliner yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan karakteristik aroma rempah yang kuat dan cita rasa yang khas.
  • Keaslian rasa menjadi elemen penting yang harus dipertahankan agar nasi kebuli tetap memiliki identitas kuliner yang kuat.
  • Nasi kebuli menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitasnya di tengah perkembangan dan modernisasi kuliner kontemporer.

RRI.CO.ID, Palembang - Aroma kapulaga, kayu manis, cengkih, dan jintan langsung menyeruak saat sepiring nasi kebuli hangat disajikan. Di balik kelezatannya, hidangan kaya rempah ini menyimpan cerita tentang konsistensi menjaga warisan rasa di tengah maraknya tren makanan kekinian.

Bagi para pencinta kuliner khas Timur Tengah, keaslian rasa adalah harga mati. Sekali bumbu bergeser, identitas hidangan yang sudah melekat puluhan tahun bisa sirna begitu saja.

Tantangan mempertahankan otentisitas ini dirasakan betul oleh Kartika Sari (37), pemilik usaha Nasi Arab Albuhori di Jalan Nurdin Panji, Kenten, Palembang. Menurutnya, inovasi menu memang penting untuk menggaet pasar, namun karakter utama rempah tidak boleh dikorbankan.

"Inovasi memang dapat dilakukan untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat, namun karakter utama dari hidangan tersebut tetap perlu dipertahankan," ujar Kartika saat berbincang dalam obrolan Teras UMKM Lokak Kito RRI, Sabtu, 12 September 2026.

Kartika membeberkan, rahasia utama menjaga cita rasa otentik nasi kebuli maupun nasi mandi di kedainya terletak pada kedisiplinan mengolah bumbu. Ia merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) memasak yang rigid agar kualitas masakan tidak berubah, siapa pun koki yang memegang kuali.

"Saya tetap menjaga otentik rasa dari nasi kebuli ini dengan menerapkan SOP yang harus dilakukan karyawan saat memasak. Jadi, siapa pun yang masak, rasanya tidak pernah berubah," kata Kartika menegaskan.

Menurut Kartika, kepatuhan pada takaran bumbu, pemeliharaan kualitas bahan baku, hingga proses penyajian adalah bentuk penghargaan kepada konsumen. Apalagi hidangan berbasis rempah impor ini memiliki jangkauan harga yang relatif tidak murah.

“Bagi para pelaku usaha kuliner, menjaga kualitas bahan, takaran bumbu, proses pengolahan, hingga penyajian menjadi bagian penting dalam mempertahankan konsistensi rasa. Kalau semua dibuat dengan SOP yang benar, rasa yang dihasilkan tidak akan berubah,” tuturnya.

Langkah ini terbukti ampuh. Konsistensi rasa membuat para pelanggan tidak ragu untuk kembali. Bagi Kartika, memelihara keaslian nasi kebuli bukan cuma soal mengejar untung rugi bisnis, melainkan juga merawat kekayaan budaya rasa agar tetap dikenali generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....