Perkuat Manajemen, Pelaku UMKM Terus Alami Persaingan Bisnis

  • 16 Sep 2026 20:21 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Eko Yolanda Arta, pelaku UMKM di Palembang, menjalankan usaha laundry dan kuliner dengan menerapkan sistem manajemen yang kuat untuk bertahan di persaingan bisnis.
  • Pengalaman menjalankan usaha sebelumnya dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem ketika membuka kembali usaha laundry pada tahun 2024.
  • Pengelolaan usaha yang efektif tidak hanya fokus pada pelayanan konsumen, tetapi juga mencakup pengendalian mutu produk dan manajemen sumber daya manusia (karyawan).

RRI.CO.ID, Palembang - Persaingan usaha yang semakin ketat membuat pelaku UMKM perlu memperkuat manajemen agar bisnis mampu bertahan dan berkembang. Hal tersebut menjadi pembelajaran dari perjalanan Eko Yolanda Arta, pelaku UMKM yang menjalankan usaha laundry dan kuliner di Kota Palembang.

Eko mengatakan, pengalaman menjalankan usaha sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem ketika kembali membuka usaha laundry pada 2024. Menurutnya, pengelolaan usaha tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada konsumen, tetapi juga mencakup pengendalian mutu dan manajemen karyawan.

“Pembagian tugas yang jelas penting dilakukan agar setiap pekerjaan dapat berjalan sesuai prosedur dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan. Pemanfaatan teknologi juga diterapkan dalam pencatatan barang, nota, stok, hingga proses penggajian karyawan,” ujar dalam program Teras UMKM di RRI, Senin 14 September 2026.

Sistem tersebut membantu pelaku usaha memantau barang yang masuk serta mengetahui tahapan pengerjaan pesanan.

Eko pemilik usaha NUN Laundry & Pempek Kak E mengaku pengalaman kehilangan barang pada usaha sebelumnya menjadi salah satu alasan untuk memperketat sistem pencatatan. Menurutnya, pencatatan secara digital dapat mengurangi ketergantungan terhadap nota berbahan kertas yang berisiko hilang atau rusak.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kesalahan dalam menjalankan usaha dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih baik. Selain manajemen internal, kualitas pelayanan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Eko menyebut komunikasi dengan pelanggan melalui aplikasi pesan dapat membantu memberikan informasi mengenai status pengerjaan tanpa harus dilakukan secara manual. Ia juga menilai pelaku UMKM perlu memahami kebutuhan konsumen dan menyesuaikan sistem pelayanan dengan perkembangan teknologi.

“Pelaku usaha pemula dapat belajar bahwa pengembangan bisnis tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga perencanaan dan evaluasi. Pengelolaan yang teratur dapat membantu usaha menghadapi persaingan sekaligus menjaga konsistensi pelayanan,” jelasnya.

Adaptasi terhadap teknologi pun menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Dengan manajemen yang terus diperbaiki, pelaku UMKM memiliki dasar yang lebih kuat untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....