Jaga Pelayanan Pernikahan, Penyedia Jasa Pernikahan Harus Terapkan SOP
- 16 Sep 2026 20:14 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Usaha jasa pernikahan harus menerapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga kualitas pelayanan kepada setiap klien.
- SOP diterapkan kepada seluruh kru yang terlibat mulai dari wedding organizer, makeup, hairdo, henna, hingga bagian attire dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas.
- Penerapan SOP memastikan seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan pernikahan berjalan terarah, rapi, dan sesuai dengan kesepakatan bersama klien.
RRI.CO.ID, Palembang - Menjalankan usaha jasa pernikahan harus mampu memiliki standar pelayanan dan standar operasional prosedur atau SOP untuk menjaga kualitas pelayanan kepada setiap klien. SOP diterapkan kepada seluruh kru yang terlibat, mulai dari wedding organizer, make up, hairdo, henna, hingga bagian attire, dengan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Setiap kru memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang harus dipahami sebelum menjalankan pekerjaan di lokasi acara. Penerapan SOP dilakukan agar seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan pernikahan berjalan lebih terarah, rapi, dan sesuai dengan kebutuhan serta kesepakatan bersama klien.
Hal ini juga diterapkan oleh Wiji Lestari pemilik Shakila Wedding Organizer (WO) yang memberikan ragam informasi dan tips usaha jasa pernikahan atau WO dalam Obrolan Teras UMKM di RRI. Ia mengatakan seluruh tim juga diwajibkan melakukan laporan sebelum tahapan tertentu dalam acara dilaksanakan.
“Sistem tersebut dibuat agar setiap pekerjaan dapat berjalan rapi dan sesuai konsep yang telah disepakati bersama pengantin.Kami selalu melakukan evaluasi setelah acara, supaya kekurangan yang terjadi bisa diperbaiki,” katanya, Rabu 2 September 2026.
Evaluasi dilakukan secara berkala melalui coaching clinic dan kegiatan bonding bersama seluruh anggota tim. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun untuk meningkatkan kemampuan dan kekompakan.
Menurut Wiji, kru merupakan bagian penting karena berhadapan langsung dengan pengantin maupun para tamu undangan. Karena itu, attitude menjadi salah satu perhatian utama dalam pelayanan dari sebuah Wedding Organizer.
“Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan hasil dekorasi, tetapi juga sikap kru ketika berada di tengah masyarakat. Monitoring juga dilakukan langsung oleh pemilik ketika Shakila menangani beberapa lokasi acara dalam waktu bersamaan,” jelasnya.
Setiap titik acara diperiksa untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Jika ditemukan kekurangan, evaluasi langsung dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk pekerjaan berikutnya.
Wiji juga menyarankan untuk pemilik WO agar dapat membatasi jumlah pekerjaan berdasarkan kemampuan sumber daya yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar banyaknya pekerjaan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada konsumen.
| Baca juga: Digitalisasi Bantu UMKM Pempek Perluas Pasar |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....