Modal Minim Hasil Jutaan, Bisnis Payet Jadi Peluang Cuan Gen Z
- 16 Sep 2026 08:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Jasa payet berpeluang menjadi bisnis kreatif bagi Gen Z karena bisa dimulai dengan modal relatif kecil dan dikerjakan dari rumah.
- Permintaan jasa payet cukup luas, mulai dari kebaya dan busana wisuda hingga pakaian kasual, tas, selendang, dan jilbab, dengan tarif sekitar Rp50 ribu hingga lebih dari Rp1 juta.
- Keterampilan, kreativitas, kualitas hasil, dan pelayanan menjadi kunci, sementara teknik payet dapat dipelajari melalui pelatihan maupun tutorial digital.
RRI.CO.ID, Palembang - Jasa payet menjadi salah satu peluang usaha kreatif yang dapat dimulai generasi Z dengan modal relatif kecil. Selain tidak membutuhkan tempat usaha yang luas, bisnis ini juga bisa dijalankan dari rumah dengan mengandalkan keterampilan dan kreativitas.
Pemilik Rumah Payet Fandi, Rani dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Palembang, Senin, 14 September 2026 menjelaskan ketertarikannya pada jasa payet bermula saat mengikuti pelatihan menjahit di masa pandemi. Ia kemudian memilih menekuni payet karena merasa lebih tertarik dengan proses merangkai dan menciptakan motif dibandingkan menjahit.
Menurut Rani, jasa payet memiliki pasar yang cukup luas karena tidak hanya digunakan untuk busana pesta atau kebaya. Pakaian kasual, tas, selendang, hingga jilbab juga dapat dipercantik dengan payet sesuai kebutuhan pelanggan.
Ia menyebut biaya jasa payet bervariasi mulai sekitar Rp50 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung tingkat kerumitan dan kepadatan desain. "Modalnya tidak terlalu besar, bisa dilakukan di rumah, di kosan atau di mana saja, bahkan sambil nongkrong juga bisa sebenarnya," ujarnya.
Permintaan jasa payet, lanjut Rani, biasanya meningkat pada momen tertentu seperti musim wisuda dan berbagai kegiatan yang membutuhkan busana khusus. Untuk satu pesanan, waktu pengerjaan rata-rata sekitar tiga hari, sementara desain yang lebih rumit dapat membutuhkan waktu hingga satu minggu atau lebih.
Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka bagi Gen Z karena keterampilan memasang payet dapat dipelajari secara bertahap melalui berbagai sumber. Rani juga membuka kelas dengan materi mulai dari teknik dasar hingga pembuatan payet dengan desain yang lebih kompleks.
Rani mengatakan kreativitas menjadi bagian penting agar usaha jasa payet tidak bergantung pada musim pesanan. Pelaku usaha dapat membuat dan menjual rangkaian payet siap pakai sekaligus memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil karya dan menarik pelanggan.
Selain keterampilan, Rani menilai pelayanan dan kualitas hasil pekerjaan menjadi kunci agar pelanggan kembali menggunakan jasa. Komunikasi sejak awal juga diperlukan untuk menyamakan desain dan ekspektasi, sehingga proses pengerjaan dapat berjalan lebih lancar.
Rani mengajak anak muda yang ingin memulai usaha untuk tidak ragu mencoba dari skala kecil. "Kamu sebenarnya bisa, jadi ayo bergerak sekarang, payet itu tidak membosankan, lebih ke menyenangkan dan bisa dilakukan dengan modal yang sangat minim," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....