Galeri Hanifah Turrahmi: Merawat Warisan Wastra Palembang di Era Digital

  • 15 Sep 2026 09:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hanifaturrahmi mendirikan Galeri Hanifah Turrahmi pada tahun 2023 berdasarkan kecintaannya terhadap keindahan wastra dan kain jumputan Palembang.
  • Pada awal berdirinya, galeri ini beroperasi tanpa tim yang solid dan dengan modal yang sangat terbatas.
  • Hanifah Turrahmi memulai usaha ini secara mandiri tanpa banyak memiliki jaringan atau relasi dengan para pelaku usaha besar.

RRI.CO.ID, Palembang - Kecintaan terhadap keindahan wastra Palembang menjadi awal perjalanan Hanifaturrahmi dalam membangun usaha Galeri Hanifah Turrahmi. Berawal dari ketertarikannya terhadap kain jumputan Palembang, ia mulai merintis usaha tersebut secara mandiri sejak 2023.

Hanifah Turrahmi mengatakan, pada awal berdirinya, Galeri Hanifah Turrahmi belum memiliki tim maupun modal yang besar. Ia juga mengaku belum memiliki banyak jaringan atau relasi dengan orang-orang besar di dunia usaha.

“Dari 2023 saya berkarya. Saya tidak punya modal yang banyak, tidak punya link yang banyak, dan tidak punya banyak orang besar yang saya kenal,” ungkapnya dalam dialog Ekonomi Digital RRI, Jumat 11 September 2026.

Meski memiliki keterbatasan, Hanifah Turrahmi tetap yakin usahanya dapat berkembang apabila dijalankan dengan ketulusan dan tujuan untuk melestarikan budaya daerah. Menurutnya, wastra Palembang memiliki keindahan tersendiri.

Ketertarikannya terhadap karya para pengrajin jumputan kemudian mendorongnya untuk ikut mengembangkan dan memperkenalkan kain khas tersebut melalui produk-produk yang dihasilkannya. “Saya yakin kalau tujuannya untuk mengembangkan budaya kita, pasti itu akan masuk kalau kita memang berkarya dari hati,” katanya.

Perjalanan usahanya sempat mengalami jeda. Pada 2023, Hanifah Turrahmi harus menjalani masa pemulihan selama sekitar sembilan bulan sehingga aktivitas usahanya terhenti sementara. Namun, pada Desember 2023, ia kembali mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usahanya dengan mengikuti kegiatan di Kriya Sriwijaya.

Produk yang dibawanya berhasil melalui proses kurasi. Dari sana, Hanifah Turrahmi mulai menggandeng sejumlah penjahit rumahan untuk membantu proses produksi. Langkah tersebut menjadi salah satu upayanya untuk terus mengembangkan usaha sekaligus melibatkan pelaku usaha lain dalam proses produksi.

Memasuki Agustus 2024, Hanifah Turrahmi mulai kembali aktif menjalankan usahanya. Ia perlahan membangun kembali Galeri Hanifaturrahmi dan memperluas pemasaran produknya.

Salah satu langkah penting dalam perkembangan usahanya adalah memanfaatkan ekonomi digital. Menurut Hanifah Turrahmi, kehadiran platform daring dan marketplace memberikan dampak besar terhadap perkembangan penjualan produknya.

“Ketika saya masuk ke dunia online, itu yang membuat produk-produk saya melesat naik,” tuturnya. Sejak 2024 hingga saat ini, penjualan secara daring menjadi salah satu kekuatan utama Galeri Hanifah Turrahmi.

Selain memasarkan produknya melalui marketplace, ia juga tetap memasukkan produknya ke berbagai galeri, termasuk Kriya Sriwijaya dan Galeri Dekranasda. Kombinasi antara pemasaran secara offline dan online membuat jangkauan produknya semakin luas.

Jika sebelumnya pemasaran lebih banyak dilakukan melalui galeri di OKU Timur, kini produk Galeri Hanifah Turrahmi dapat dikenal oleh konsumen melalui kanal digital. Rencana pembukaan resmi galeri pun menjadi salah satu langkah baru dalam perjalanan usahanya.

Grand opening yang semula direncanakan pada 12 September harus ditunda karena kedua orang tua Hanifaturrahmi sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan kondisi tersebut, grand opening Galeri Hanifah Turrahmi kemudian dijadwalkan ulang menjadi 26 September.

Bagi Hanifah Turrahmi, perjalanan membangun usaha bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana memperkenalkan dan menjaga keberadaan wastra Palembang agar semakin dikenal masyarakat. Berbekal kecintaan terhadap budaya, ketekunan dalam berkarya, serta pemanfaatan teknologi digital, Galeri Hanifah Turrahmi terus berupaya membawa wastra Palembang agar tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....