Kolang - Kaling dan Cincau Hijau Menjadi Peluang Usaha yang Menyegarkan

  • 14 Sep 2026 08:24 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Usaha kuliner kolang kaling sudah dijalani sejak lama dan termotivasi karena banyak buah yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat
  • Salah satu inovasi yang akan dilakukan kedepan yaitu mengolah kolang kaling dalam kemasan menarik.
  • pelaku usaha selalu berjuang penuh semangat pantang menyerah dalam memasarkan usahanya, lakukan berbagai inovasi dan kreatifitas agar usaha kita tetap bertahan dalam kondisi apapun,

RRI.CO.ID, Palembang - Usaha kuliner kolang-kaling sudah dijalani sejak lama dan termotivasi karena banyak buah yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar lokasi padahal buahnya punya kelebihan dari yang dijual dipasaran yaitu buahnya sendiri memiliki tekstur kenyal. Hal ini dijelaskan Faulina Pemilik Usaha BIBA House ketika menjadi narasumber acara UMKM Bicara di Studio Pro 1 RRI Palembang, Senin 7 September 2026.

Faulina menerangkan usahanya dirintis karena motivasi untuk membuat buah kolang-kaling lebih bermanfaat. Bahkan usahanya telah memperkejakan beberapa karyawan dan bertahan sampai saat ini.

"Kolang-kaling yang dijual sangat istimewa karena dipetik sudah masak langsung dari pohonnya dengan cita rasa legit dan lembut, hal inilah yang disukai oleh kaum lansia sekaligus efek kesehatan dari buah kolang-kaling itu sendiri," terang Faulina.

Selain kolang-kaling usaha lainnya cincau hijau yang diolah dari daun cincau dari kebun sendiri. Usaha ini sangat diminati oleh masyarakat karena rasa yang unik dan menyegarkan tentu harga yang terjangkau.

Faulina menambahkan pengolahan cincau hijau dan kolang-kaling sederhana dan tidak menggunakan pengawet apapun. Aman untuk dikonsumsi segala usia termasuk ibu hamil dan anak anak.

Budidaya tanaman cincau hijau sudah dilakukan selama beberapa waktu kedepan agar bisa memenuhi pesanan konsumen. Semua olahan disesuaikan ukuran masing masing bahan agar mendapatkan hasil yang baik.

Penggunaan media digital juga turut meningkatkan jumlah penjualan setiap hari. Semua pesanan juga dibuat beberapa jam sebelum diantar agar tetap segar dinikmati dan tidak mengurangi rasanya.

Kendala yang sering dihadapi lebih pada perubahan cuaca ketika musim hujan ada pengurangan pengambilan buah kolang-kaling. Hal ini karena pohon licin sehingga sebelum musim hujan pembuatan kolang-kaling lebih ditingkatkan produksinya.

Faulina menjelaskan banyak keuntungan didapatkan ketika bergabung dalam wadah UMKM. Bisa saling silaturahmi, berbagi ilmu dan menambah pemasukan melalui pesanan yang disampaikan langsung ketika bertemu seperti di seminar atau kegiatan komunitas.

Salah satu inovasi yang akan dilakukan kedepan yaitu mengolah kolang-kaling dalam kemasan menarik. Sehingga akan menjadi oleh oleh bagi pengunjung sekaligus membawa nama Kota Palembang.

"Diharapkan pelaku usaha selalu berjuang penuh semangat pantang menyerah dalam memasarkan usahanya, lakukan berbagai inovasi dan kreatifitas agar usaha kita tetap bertahan dalam kondisi apapun," pesan Faulina menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....