Program Ayam Petelur PTBA, Dorong Produktifitas Amat di Usia Senja

  • 07 Sep 2026 20:13 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Lahat - Melalui Program Ayam Petelur, Amat seorang laki- laki yang berusia 72 tahun kini mampu menambah penghasilan keluarganya. Usia yang tidak lagi muda, tidak membuat pria lansia yang bernama Amat berdiam diri.

Usai menerima bantuan binaan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), Amat memiliki kesibukan baru rumahnya yang terletak di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. “Dari pagi, hingga malam hari, saya gunakan untuk memperhatikan pakan dan minum ayam-ayam yang dipelihara di kendang samping rumah,” ucap Amran dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Senin 7 September 2026.

Ia bahkan bersemangat dengan rutin membersihkan kandang ayamnya selama dua hari sekali. Kegiatan produktif yang dijalani Amat itu pun kini mulai menunjukkan hasil positif.

Ayam yang dirawatnya kini mulai bertelur, dengan harapan penghasilan tambahan untuk keluarganya mulai terbuka. Pasalnya, selama ini ia mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Sebelum merawat ayam-ayam ini bisa dibilang saya menganggur. Tidak ada pekerjaan tetap, jadi untuk kebutuhan sehari-hari ya masih bergantung pada anak saya,” jelasnya.

Diakui Amat, kehadiran ayam-ayam itu pun mengingatkan dirinya pada kebiasaan masa kecilnya. Sejak sekolah dasar, ia sudah akrab dengan aktivitas memelihara ayam, bebek, dan kambing.

“Bedanya, kali ini saya memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengalaman tersebut menjadi kegiatan yang berpotensi menghasilkan. Kesempatan itu diberikan PTBA,” ucap Amat.

Amat yang memelihara ayam petelur merupakan salah satu Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTBA. Program ayam petelur rumahan di Sirah Pulau ini merupakan upaya Perseroan untuk mendorong ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Pada tahap awal, masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan 12 ekor ayam, 1 karung pakan dan kandang baru yang disiapkan di dekat rumah masing-masing. Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat dapat lebih cepat merasakan hasil program.

Semula, ayam diperkirakan mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun, dalam pelaksanaannya, ayam telah mulai bertelur pada hari ke-16. Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah mampu beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.

Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, mulai berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha sehingga ke depan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar, termasuk bagi Amat dan keluarganya.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengungkapkan, mulai bertelurnya ayam bantuan tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan bersama masyarakat telah memasuki tahap penting. Yakni menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.

"Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur,” ujar Eko.

Menurutnya ayam yang telah bertelur merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri. Pemberdayaan masyarakat juga merupakan proses membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat agar usaha yang dikembangkan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.

“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan,” sambung Eko

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, “ Yang pasti mereka juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” tutup Eko.

Senada, Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha Masyarakat. Trmasuk dalam pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemasaran telur.

Dedy menambahkan, pengembangan budidaya ayam petelur juga memiliki nilai strategis karena tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi turut mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi di tingkat lokal.

"Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program budidaya ayam petelur ini merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana, serta melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) dan Pemerintah Desa Sirah Pulau.

Sebagai tindak lanjut, telah dilakukan survei lokasi di desa terdekat Ring 1 perusahaan sebagai persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri. Langkah ini diharapkan dapat membangun ekosistem budidaya ayam petelur yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan produksi telur yang terus meningkat, peluang ekonomi yang terbentuk pun diharapkan semakin besar. Bagi Amat, ayam-ayam tersebut menjadi awal dari harapan untuk memiliki penghasilan sendiri setelah sebelumnya mengandalkan bantuan anak-anaknya.

“Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” tutur Amat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....