Pertukaran Kuliner Palembang - Jakarta Jadi Strategi Bisnis Palembang_Foodies
- 17 Agt 2026 09:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Palembang_Foodies memanfaatkan pertukaran minat kuliner Palembang-Jakarta untuk memperluas pasar dan memperkenalkan makanan khas kedua daerah.
- Perbedaan cita rasa, bahan baku, serta keunikan kuliner menjadi daya tarik konsumen dan mendorong pembelian berulang.
- Harga yang lebih terjangkau dan promosi melalui media sosial menjadi strategi penting dalam mengembangkan bisnis kuliner lintas daerah.
RRI.CO.ID, Palembang - Usaha kuliner Palembang_Foodies memanfaatkan fenomena pertukaran minat kuliner antara Palembang dan Jakarta sebagai strategi bisnis. Warga kedua daerah tersebut saling penasaran dengan makanan khas satu sama lain.
Hal tersebut diungkapkan pemilik Palembang Foodies, Asysyfa, dalam siaran Teras UMKM Pro 4 RRI Palembang, Minggu, 8 Agustus 2026. Ia mengatakan produk asinan Betawi yang dijualnya justru viral dan diminati warga lokal Palembang.
"Ternyata warga lokal pun seantusias itu sama asinan Betawi ini," ujar Syifa. Ia menyebut produk tersebut awalnya dibuat di luar konsep utama Palembang_Foodies yang menjual makanan khas Palembang, namun mendapat sambutan tak terduga.
Menurutnya, fenomena serupa juga terjadi pada produk makanan khas Palembang yang dikirim ke Jakarta. Para perantau asal Palembang di Jakarta antusias memesan kemplang panggang dan model gandum yang jarang ditemukan di sana.
"Mereka tuh tertarik gitu loh, ‘eh itu apa Syifa?’ gitu kan," katanya menirukan respons pelanggannya di Jakarta. Syifa menegaskan rasa penasaran tersebut kerap berujung pada pemesanan berulang setelah mencicipi produknya.
Syifa menyebut perbedaan bahan baku turut menjadi faktor menarik dalam pertukaran kuliner tersebut, seperti penggunaan jeruk kunci pada tekwan khas Palembang. Bahan tersebut sulit ditemukan di Jakarta namun melimpah dan murah di Palembang.
"Di Jakarta itu enggak ada tekwan pakai jeruk kunci, mereka itu pakai jeruk limau," ujarnya. Syifa menegaskan perbedaan bahan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin cita rasa autentik.
Syifa turut menyebut produk seperti pempek dan kemplang tunu mendapat sambutan lebih baik di Jakarta karena harga dan kualitasnya lebih unggul dibanding produk serupa di sana. Perbandingan harga yang jauh lebih terjangkau turut menjadi nilai jual tersendiri.
"Pempek yang harga Rp2.000 di Palembang, kalau dibandingin sama yang Jakarta dengan rasa yang mirip harganya bisa Rp8.000," ungkapnya.
Syifa berharap strategi pertukaran kuliner tersebut dapat terus memperkenalkan kekayaan cita rasa Palembang ke berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan pemanfaatan media sosial juga turut menjadi kunci utama membuka peluang bisnis kuliner lintas daerah ini.
| Baca juga: Satu Usaha Lima Menu Berbeda ala Afro Uwing |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....