Modal Rp100 Ribu, Rosita Bangun Hanum Cakery Palembang
- 11 Agt 2026 16:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Rosita membuktikan bahwa bisnis kuliner dapat dimulai dengan modal sangat minim hanya Rp100 ribu tanpa perlu investasi besar.
- Hanum Cakery Palembang telah berkembang selama enam tahun menggunakan oven tangkring jadul sebagai peralatan utama produksi.
- Pengalaman bisnis Rosita menjadi inspirasi dan pembelajaran berharga bagi calon pengusaha muda yang ingin memulai usaha dari nol.
RRI.CO.ID, Palembang - Bisnis kuliner ternyata tak perlu modal besar, bahkan dapat dimulai dari modal sangat minim. Pemilik Hanum Cakery Palembang, Rosita, adalah salah satu pebisnis dengan modal Rp100 ribu dan oven tangkring jadul.
Rosita membagikan perjalanan usaha kulinernya yang telah berlangsung selama enam tahun. Ia hadir sebagai narasumber acara Santai Siang Pro 2 RRI Palembang pada Senin, 27 Juli 2026.
"Aku dulu cuma modal Rp100.000 sama oven tangkring jadul di atas kompor," ujar Rosita. Dari modal kecil itu, ia mulai memproduksi bolen pisang dan memasarkannya lewat Facebook.
Rosita mengisahkan usahanya berawal di Pesisir Barat, Lampung, sebelum pindah ke Palembang. Baru sebulan setengah di Palembang, produknya sudah mulai dikenal melalui aplikasi Thread.
Ia mengaku bahwa perjalanan bisnisnya tidak selalu mulus. Ia bahkan pernah berhenti berjualan selama tiga bulan sebelum akhirnya bangkit dengan inovasi baru.
Rosita belajar dari kesalahan saat awal merekrut karyawan terlalu cepat sebelum sistem bisnisnya stabil. "Sistemnya harus dibenerin dulu dari kitanya, dari mental kitanya juga, jangan buru-buru," tegasnya.
Kini, Hanum Cakery Palembang menjual kue sus dan martabak kentang sebagai produk unggulan. Produksi harian mencapai 30 hingga 40 buah sus dan martabak kentang yang dijual secara satuan.
| Baca juga: Pipit Home Cakes Sukses Lewat Promosi Daring |
Rosita juga berencana mengenalkan tart khas Lampung yang selama ini belum banyak dikenal di Palembang. Kue berbentuk seperti nastar jumbo ini selalu hadir di acara adat dan pernikahan masyarakat Lampung.
Menurut Rosita, perjalanan usaha tidak dapat dinilai hanya di awal saja. Ia menegaskan pentingnya konsistensi dan terus mengevaluasi perkembangan usaha tanpa rasa takut gagal.
"Jangan pernah berhenti belajar dan jangan overthinking takut enggak laku," pesan Rosita. Ia juga menekankan pentingnya belajar skill berjualan, bukan hanya membuat produk yang enak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....