Rahasia Tahu Walik Seribuan Tetap Untung ala Jajanan Yuk Ian
- 06 Agt 2026 19:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Jajanan Yuk Ian mempertahankan harga tahu walik Rp1.000 per buah dengan membeli bahan baku langsung dari pabrik dan pemasok untuk menekan biaya produksi.
- Sistem pre-order dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang matang menjadi kunci menjaga keuntungan tanpa menaikkan harga jual.
- Strategi efisiensi biaya memungkinkan usaha tetap berkembang sekaligus menawarkan harga yang terjangkau bagi konsumen.
RRI.CO.ID, Palembang - Menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah kenaikan bahan pokok dinilai penting bagi pelaku usaha kuliner kaki lima. Pemilik usaha Jajanan Yuk Ian, Felianda, membagikan strategi menekan biaya produksi agar tetap mampu menjual tahu walik seharga seribu rupiah per buah.
Hal tersebut ia ungkapkan dalam siaran Teras UMKM-Lokak Kito Pro 4 RRI Palembang pada Jumat, 25 Juli 2026. Feli menjelaskan kunci utama menekan biaya produksi adalah membeli bahan baku langsung dari pabrik, bukan melalui pasar tradisional.
"Tahunya aku langsung ambil di pabriknya, itu yang bisa buat aku jual murah," ujar Feli. Ia menyebut pembelian bahan baku dalam jumlah besar turut membantu menurunkan harga satuan setiap bahan yang digunakan.
Bagi Feli, sistem pre-order yang diterapkan memungkinkan pembelian bahan baku laiinya seperti daging ayam dalam jumlah banyak sekaligus untuk setiap kali produksi. Semakin banyak bahan baku yang dibeli, semakin murah pula harga per satuannya.
"Semakin banyak kita beli daging ayamnya jadi semakin murah harganya dan langsung beli di pemasok juga ngaruh," ujarnya. Feli menegaskan strategi tersebut menjadi kunci utama mempertahankan harga jual tanpa mengurangi margin keuntungan usaha.
Feli menyebut harga jual seribu rupiah per buah sudah dihitung secara matang berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi sejak awal usaha. Ia menegaskan usaha tersebut tetap memberikan keuntungan meski dijual dengan harga sangat terjangkau.
"Alhamdulillahnya ini untung, kalau enggak untung aku enggak open PO lagi dong," ungkap Feli. Ia menegaskan harga Rp1.000 sudah mencapai batas harga yang bisa ditawarkan dan tidak bisa diturunkan lebih rendah lagi.
Feli turut menerapkan sistem reseller dengan harga dasar tetap seribu rupiah, namun para reseller diperbolehkan menaikkan harga jual sesuai kebijakan masing-masing. Harga jual reseller di pasaran berkisar antara Rp1.200 hingga Rp2.000 per buah tergantung mereka mau ambil margin seberapa besar.
Meski demikian, permintaan tambahan bahan seperti bawang bombai untuk saosnya belum bisa dipenuhi karena akan membebani struktur biaya produksi. Feli berharap strategi menekan HPP tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM kuliner kaki lima lainnya dalam mempertahankan harga jual yang wajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....