Pengalaman Jadi Modal Taufik dan Ferry Bangun Usaha Jahit Jas
- 11 Jul 2026 00:08 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Taufik mengawali karier sebagai penjahit sejak tahun 1999 karena terinspirasi dari lingkungan tempat tinggalnya yang banyak dihuni penjahit, hingga akhirnya menjadi penjahit profesional khusus pakaian pria atau jas.
- Ferry meneruskan usaha menjahit yang telah dirintis orang tuanya dan mengembangkan usaha tersebut dengan tetap menjaga kualitas jahitan serta mengikuti perkembangan tren busana pria.
- TERAS UMKM "Lokak Kito" di RRI Pro 4 Palembang, Kamis (9/7/2026), keduanya berbagi pengalaman bahwa profesi penjahit membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar agar mampu bertahan di tengah persaingan usaha.
RRI.CO.ID.Palembang - Keahlian menjahit tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal. Taufik dan Ferry membuktikan kemampuan tersebut dapat tumbuh melalui pengalaman, lingkungan, dan ketekunan.
Keduanya membagikan perjalanan usahanya dalam dialog TERAS UMKM "Lokak Kito" di RRI Pro 4 Palembang, Kamis, 9 Juli 2026. Mereka menceritakan proses membangun usaha jahit pakaian pria yang kini dipercaya banyak pelanggan.
Taufik mengatakan ketertarikannya pada dunia jahit berawal dari lingkungan tempat tinggalnya yang banyak dihuni penjahit. Kebiasaan bergaul dengan para penjahit membuatnya tertarik mempelajari teknik menjahit sejak 1999.
"Saya mengenal dunia jahit berawal dari pergaulan saya dengan para penjahit yang berada di lingkungan tempat tinggal saya pada tahun 1999. Karena seringnya bergaul dengan tetangga sebagai penjahit tersebut, saya mulai tertarik mempelajari teknik dasar menjahit hingga akhirnya memberanikan diri untuk menerima pesanan dari pelanggan," ujarnya.
Seiring waktu, Taufik memilih menekuni jahit pakaian pria, khususnya jas yang membutuhkan ketelitian tinggi. Konsistensi menjaga kualitas membuat jas hasil jahitannya dipercaya pelanggan dari berbagai kalangan.
Ferry menempuh perjalanan berbeda karena mengenal dunia jahit sejak usia dini melalui usaha keluarganya. Ia kemudian melanjutkan usaha tersebut dengan mengembangkan keterampilan sesuai kebutuhan pasar.
"Saya meneruskan usaha keluarga bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga berupaya mengikuti perkembangan tren busana pria tanpa meninggalkan kualitas jahitan," ujarnya. Ferry mengatakan inovasi terus dilakukan agar hasil jahitan tetap sesuai selera pelanggan.
Taufik dan Ferry sepakat profesi penjahit membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta kemauan untuk terus belajar. Mereka berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni usaha jahit yang memiliki peluang ekonomi menjanjikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....