Bandrek 168 Tawarkan Cita Rasa Khas dari Pinang Muda

  • 30 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bandrek 168 mempertahankan ciri khas pinang muda sebagai bahan utama minuman tradisional
  • Usaha yang telah berjalan sembilan tahun itu tetap ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari
  • Harga terjangkau dan penyajian langsung menjadi alasan pelanggan tetap memilih Bandrek 168

RRI.CO.ID, Palembang - Bandrek 168 di Jalan Parameswara tetap menjadi pilihan masyarakat menikmati minuman hangat pada malam hari. Cita rasa khas pinang muda menjadi identitas yang membedakannya dari bandrek lainnya di Palembang.

Usaha kuliner tersebut telah beroperasi selama sembilan tahun dan masih diminati pelanggan, Sabtu, 27 Juni 2026. Lokasi yang strategis membuat pengunjung mudah menjangkaunya dari berbagai kawasan kota.

Pemilik Bandrek 168, Jo, memilih berjualan di Jalan Parameswara karena belum ada usaha serupa saat itu. Keputusan tersebut menjadi awal berkembangnya usaha yang kini memiliki pelanggan tetap.

"Awalnya saya melihat belum ada yang jualan bandrek di sini. Alhamdulillah sampai sekarang pelanggan masih ramai, terutama malam hari," ujarnya.

Jo menjelaskan bahan baku diperoleh setiap hari dari Pasar Jakabaring untuk menjaga kualitas minuman. Pemilihan bahan dilakukan secara selektif agar cita rasa khas tetap terpelihara.

Penggunaan pinang muda menjadi keunikan utama yang membedakan Bandrek 168 dengan produk sejenis. Pinang tersebut dihaluskan terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke dalam minuman.

"Ciri khas bandrek kami menggunakan pinang muda. Pinangnya diblender, lalu dimasukkan ke dalam cangkir," katanya.

Pelanggan dapat menambahkan susu, telur ayam, atau telur bebek sesuai selera dengan harga Rp12 ribu hingga Rp16 ribu. Bandrek 168 mulai melayani pembeli pukul 19.00 WIB dan ramai pada pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

Harga yang terjangkau membuat minuman tradisional tersebut tetap diminati berbagai lapisan masyarakat. Kondisi itu turut menjaga loyalitas pelanggan yang datang secara rutin setiap malam.

Salah seorang pelanggan, Ita, mengaku rutin menikmati bandrek bersama keluarganya di tempat tersebut. Ia menyukai cara penyajian yang dilakukan setelah pesanan diterima sehingga minuman tetap hangat.

"Saya lebih memilih membeli bandrek di sini karena langsung dibuat saat dipesan. Jadi masih hangat dan lebih nikmat ketika diminum," tuturnya.

Ita menilai kualitas minuman yang disajikan sebanding dengan harga yang dibayarkan pelanggan. Pengalaman tersebut membuat dirinya tetap setia menikmati bandrek di tempat itu.

Ramainya pengunjung menunjukkan minuman tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat perkotaan. Bandrek 168 menjadi salah satu usaha yang menjaga warisan kuliner khas Palembang tetap lestari.

Laporan Alya Zahira Zaldi, Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....