Pelaku UMKM Banyuasin Keluhkan Minimnya Stimulus Modal

  • 13 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Minimnya realisasi stimulus permodalan dinilai masih menjadi persoalan utama yang menghambat perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banyuasin. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha kecil kesulitan memperluas usaha dan menjangkau pasar yang lebih besar.

Salah seorang pelaku UMKM di kawasan perbatasan Banyuasin-Palembang, Alex, mengatakan perkembangan UMKM di Banyuasin masih tergolong standar karena pasar usaha dinilai terbatas. Sebagian besar pelaku usaha, menurutnya, masih bergantung pada konsumen di lingkungan sekitar.

Menurut Alex, posisi Banyuasin sebagai daerah lintasan antardaerah belum mampu dimanfaatkan maksimal untuk memperluas pasar UMKM. Banyak masyarakat hanya melintas tanpa berhenti sehingga perputaran ekonomi usaha kecil dinilai belum optimal.

“Karena Banyuasin ini daerah lintasan, orang hanya lewat. Jadi market UMKM masih seputar lingkungan sekitar saja,” ujar Alex di Kedai Bandrek Kopiah Merah miliknya di kawasan Km 13, Selasa, 12 Mei 2026. Ia menilai promosi dan pemasaran masih menjadi tantangan terbesar pelaku usaha kecil saat ini.

Selain pemasaran, Alex juga menyoroti belum terlihatnya realisasi bantuan modal bergulir bagi pelaku UMKM. Padahal, berbagai program dukungan permodalan sebelumnya dinilai cukup sering disampaikan pemerintah kepada masyarakat.

“Janji bantuan modal bergulir itu sampai sekarang belum terlihat. Stimulus untuk UMKM juga belum nampak,” katanya. Ia berharap pemerintah dapat memperkuat dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Tak hanya itu, akses pembiayaan melalui perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga dinilai masih menyulitkan pelaku usaha. Persyaratan agunan disebut menjadi kendala utama bagi sebagian UMKM untuk memperoleh tambahan modal usaha.

Alex mencontohkan, pelaku usaha bakso setidaknya membutuhkan modal sekitar Rp15 juta hanya untuk gerobak dan perlengkapan dasar usaha. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan memulai maupun mengembangkan usaha secara maksimal.

Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan promosi produk UMKM Banyuasin sekaligus mempermudah akses permodalan melalui bunga pinjaman yang lebih ringan. Dukungan tersebut dinilai penting agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....