Perjalanan UMKM Yumiko's Kitchen Promosikan Kuliner Palembang

  • 06 Mei 2026 22:49 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • UMKM Yumiko's Kitchen bertahan selama delapan tahun dengan mengembangkan menu masakan rumah dan kuliner khas Palembang
  • Strategi konten media sosial membantu menarik pelanggan tanpa biaya besar
  • Konsistensi dan ketekunan menjadi kunci bertahan dalam usaha kuliner
  • Yumiko's Kitchen menjual kuliner khas Palembang dan varian pempek dengan total produksi harian sebannyak 10 kilogram

RRI.CO.ID, Palembang - Perjalanan membangun usaha kuliner kerap dimulai dari proses sederhana dan penuh tantangan. Konsistensi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan.

Hal itu disampaikan Yummi Octaviani, pemilik Yumiko's Kitchen, dalam program Santai Siang PRO 2 RRI Palembang, Senin, 4 Mei 2026. Ia mengaku memulai usaha sejak 2018 dari skala rumahan.

Pada awalnya, Yummi hanya menjual masakan rumahan kepada tetangga sekitar. Seiring meningkatnya permintaan, ia mulai mengembangkan berbagai produk kuliner khas Palembang.

Produk yang dijual meliputi pempek, tekwan, otak-otak, hingga risol mayo. Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi UMKM kuliner dengan pelanggan yang semakin luas.

“Awalnya saya hanya menjual masakan rumah untuk tetangga sekitar,” ujarnya. Menurutnya, perkembangan usaha terjadi secara bertahap melalui kepercayaan pelanggan.

Yummi menjelaskan seluruh proses produksi masih dikelola secara mandiri bersama dua orang karyawan. Sementara itu, pengelolaan media sosial dibantu oleh satu admin.

Ia menilai strategi promosi sederhana melalui media sosial cukup efektif menjangkau konsumen. Konten video proses memasak dinilai mampu menarik perhatian pelanggan.

“Dari awal ke pasar sampai proses memasak saya buat video dan ternyata menarik perhatian pelanggan,” tuturnya. Strategi tersebut dilakukan tanpa biaya promosi besar.

Menurut Yummi, produk terlaris hingga saat ini adalah pempek kulit dan adaan. Seluruh produk menggunakan campuran ikan tenggiri dan gabus premium.

Dalam proses pengembangan usaha, Yummi mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan. Salah satu tantangan terbesar terjadi saat mencoba membuat adaan yang hasilnya belum sesuai harapan.

“Sering gagal, tetapi saya terus mencoba sampai menemukan formula yang tepat,” katanya. Konsistensi tersebut dinilai menjadi kunci bertahan dalam usaha kuliner.

Saat ini Yumiko's Kitchen mampu memproduksi minimal 10 kilogram pempek setiap hari. Menjelang Lebaran, kapasitas produksi bahkan pernah mencapai 40 kilogram per hari.

Pengelolaan usaha turut melibatkan anggota keluarga dalam operasional sehari-hari. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan usaha tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....