We Bake Your Bought Ubah Camilan Jadi Peluang

  • 12 Apr 2026 07:17 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang — Tren camilan manis kekinian terus membuka peluang usaha menjanjikan di tengah pasar kuliner yang berkembang. Hal itu dibuktikan oleh We Bake Your Bought, bisnis dessert lokal milik Willy Octapyani Monica di Palembang.

Usaha ini berawal dari kebiasaan Willy membuat makanan untuk anak dan keluarganya di rumah. Dari dapur rumahan, camilan tersebut kemudian berkembang menjadi produk yang diminati banyak konsumen.

“Yang saya bikin awalnya memang untuk anak saya dulu,” ungkapnya. Dalam program Teras UMKM Pro 4 RRI Palembang pada Minggu, 5 April 2026. Willy mengatakan, setiap menu harus lolos uji rasa keluarga sebelum dijual.

Sejak sekitar 2023, Willy mulai membuka sistem pre-order untuk beberapa produk buatannya. Bisnis itu kemudian semakin serius hingga memiliki outlet sendiri pada Desember 2025.

Produk yang paling mencuri perhatian dari pertama kali muncul sampai sekarang adalah donat labu. Popularitas menu satu ini membuat permintaan melonjak drastis dalam waktu singkat.

“Sehari sempat hampir 300 pieces waktu lagi viral,” kata Willy. Ia mengaku sempat kewalahan karena produksi masih dikerjakan dalam skala rumahan.

Tak hanya mengandalkan satu produk, We Bake Your Bought kini menawarkan lebih dari 30 varian camilan manis. Di antaranya sourdough, brownies cheesecake iceberg, crunchy dessert box, hingga Matilda cake.

Menurut Willy, inovasi produk menjadi kunci penting dalam mempertahankan pasar. Ia rutin menghadirkan menu baru agar konsumen tidak bosan dan tetap penasaran mencoba.

Selain inovasi rasa, Willy juga menerapkan strategi porsi yang lebih efisien. Beberapa menu dibuat dalam ukuran lebih kecil untuk menekan risiko makanan terbuang.

Dari sisi harga, We Bake Your Bought membanderol produknya mulai Rp5.000 hingga Rp50.000. Rentang harga tersebut dinilai cocok untuk pasar anak muda dan penikmat nongkrong di Palembang.

Meski bisnisnya berkembang, Willy mengaku tantangan terbesar justru datang dari rasa kurang percaya diri saat memulai usaha. Namun, ia percaya konsistensi menjadi modal utama dalam membangun bisnis kuliner.

“Tantangan terbesar itu sebenarnya melawan diri sendiri,” kata Willy. Ia berharap camilan lokal bisa terus tumbuh dan menjadi peluang usaha masa kini yang menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....