Gulo Puan, Kuliner Langka Warisan Sumatera Selatan

  • 19 Mar 2026 05:57 WIB
  •  Palembang

RRI. CO. ID, Palembang - Gulo Puan adalah kuliner tradisional khas Sumatera Selatan, berbahan dasar campuran susu kerbau rawa dan gula yang dimasak lama hingga bertekstur seperti karamel berpasir. Dahulu makanan favorit bangsawan, kini ia menjadi camilan manis-gurih yang langka dan warisan budaya tak benda. Gulo puan sendiri berbahan dasar susu kerbau rawa dan gula murni. Kerbau rawa sendiri paling banyak ditemui didaerah Rambutan, Banyuasin Sumatera Selatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Susu Gulo Puan telah menjadi populer di luar Palembang dan bahkan di luar Sumatera Selatan. Banyak orang yang mencoba Susu Gulo Puan karena rasa unik dan nilai budayanya. Susu Gulo Puan biasanya disajikan dalam bentuk cair dan diminum langsung dari gelas. Makanan ini sangat populer di kalangan masyarakat Palembang dan sering disajikan sebagai hidangan tamu kehormatan.

Dian Novita Sari selaku owner Gulo Puan Uju Dian pada saat ditemui dalam dialog UMKM Bicara di Pro 1 RRI Palembang Jumat, 6 Maret 2026. Dian menjelaskan bahwa bahan utama produknya adalah susu kerbau dan gula pasir. Ia menegaskan bahwa bahan baku yang digunakan tidak dapat digantikan. “Untuk susu, hanya bisa susu kerbau rawa dan kerbau rawa paling banyak ditemukan didaerah Rambutan Banyuasin, Sumatera Selatan,” jelasnya. Menurutnya, karakteristik rasa dan tekstur khas gulo puan sangat bergantung pada kualitas susu kerbau sebagai bahan dasar.

Dian mengungkapkan motivasinya mengembangkan produk tradisional berbahan dasar susu kerbau. “Senang saja buatnya, jadi semangat untuk menjual produk ini,” ujarnya. Ia menilai bahwa kecintaan terhadap proses produksi menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas sekaligus konsistensi usaha. Proses pembuatan produk tersebut juga membutuhkan ketelatenan tinggi. Dian menyampaikan bahwa adonan harus diaduk selama tiga hingga empat jam hingga mencapai kekentalan tertentu. Proses manual yang memakan waktu tersebut menjadi salah satu ciri khas sekaligus tantangan dalam mempertahankan cita rasa autentik.

Ia juga mengakui terdapat sejumlah tantangan dalam proses produksi, terutama terkait ketersediaan bahan baku dan konsistensi kualitas. Selain itu, proses pengadukan yang memerlukan waktu lama seringkali menimbulkan kelelahan fisik. Namun demikian, ia tetap berkomitmen mempertahankan metode tradisional sebagai nilai jual produk. Bagi masyarakat kota PAlembang yang ingin mencicipi gulo puan bisa langsung ke halaman Mesjid Agung Palembang setiap hari Jumat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....