Enam Tahun Eksis, Mie Baper Tumbuh dari Usaha Keluarga
- 07 Mar 2026 08:44 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang — Usaha kuliner mie pedas bernama Mie Baper menjadi salah satu UMKM yang bertahan di Palembang. Hal tersebut dibagikan langsung oleh pemilik usaha Mie Baper, Rahmatia Putri, pada Kamis, 06 Maret 2026 di Studio Pro 4 RRI Palembang.
Rahma menceritakan usaha ini sudah ada sejak tahun 2020 dan kini memasuki tahun keenam. Ia mengatakan usaha tersebut awalnya dirintis oleh kakaknya, kemudian dirinya melanjutkan usaha ini bersama adiknya Lediana Pertiwi sejak 2022.
“Awalnya usaha ini milik kakak kami, awalnya cuma bantu-bantu jaga, lalu kami lanjutkan karena melihat peluangnya masih ada,” kata Rahma. Usaha tersebut sebelumnya dijalankan dari rumah sebelum akhirnya pindah ke lokasi lebih strategis.
Menurut Rahma, keputusan pindah ke pinggir jalan dilakukan agar usaha lebih dikenal masyarakat. Mereka juga menambah modal untuk membeli kontainer serta perlengkapan usaha.
“Modalnya lumayan besar bagi kami yang baru memulai, tapi kami nekat mencoba,” ujarnya. Modal tersebut berasal dari tabungan pribadi Rahma.
Lediana Pertiwi mengatakan tantangan terbesar muncul saat pandemi COVID-19. Saat itu pelanggan yang datang langsung sangat berkurang.
“Waktu COVID orang jarang keluar rumah, tapi kami terbantu dari pesanan aplikasi online,” katanya. Pesanan daring membantu menjaga perputaran usaha ini tetap berlangsung.
Selain mengandalkan aplikasi pemesanan makanan, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk promosi. Strategi tersebut dilakukan melalui promosi digital dan kerja sama dengan food vlogger.
“Kami juga pernah mengiklankan usaha lewat Instagram dan menggunakan jasa influencer,” ungkap Tiwi. Cara tersebut dinilai efektif memperkenalkan usaha kepada pelanggan baru.
Menu utama Mie Baper terdiri dari tiga varian dengan level rasa berbeda yaitu, mie pedas gurih (tasty spicy), mie pedas manis (sweet spicy) dan mie manis original (angel). Selain itu tersedia juga dimsum, pangsit ayam, gyoza, siomai, hingga risol mayo.
Menurut Tiwi, salah satu ciri khas Mie Baper adalah penggunaan cabai segar. Hal tersebut membuat tingkat kepedasan berbeda dari mie pedas lainnya.
“Kalau di kami cabainya benar-benar cabai asli, jadi level rendah pun tetap terasa pedas,” ujarnya. Cita rasa tersebut menjadi daya tarik pelanggan.
Meski pernah mengalami masa sepi saat pindah lokasi usaha, mereka tetap mempertahankan bisnis tersebut. Dukungan pelanggan setia menjadi motivasi utama untuk terus berjualan.
“Kalau kami tutup sebentar saja pelanggan sering bertanya kapan buka lagi,” kata Tiwi. Hal itu membuat mereka tetap semangat menjalankan usaha hingga kini.