Warkop Cek Eysa, Bangkit Setelah Covid
- 10 Feb 2026 12:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Owner Warkop Cek Eysa ‘Sarapan Khas Palembang,’ Mega Selviani membagikan perjalanan usahanya di program Teras UMKM-Lokak Kito. Hal tersebut ia bagikan saat siaran di Studio Pro 4 RRI Palembang pada Kamis, 29 Januari 2026.
Mega menceritakan usaha ini lahir setelah bisnis sebelumnya terdampak pandemi COVID-19. Ruko yang dahulu galeri pengantin berubah menjadi rumah makan.
Mega mengaku keputusan itu diambil cepat bersama suami. “Kalau lambat, peluang bisa lewat,” ucapnya.
Warkop Cek Eysa mulai beroperasi setelah Lebaran tahun 2023 saat aktivitas kembali normal. Dukungan resep dari orang tua menjadi kekuatan utama dapur.
“Masakan mama lemak, itu modal utamanya,” tutur Mega. Ia memastikan standar rasa dijaga lewat uji cicip sebelum hidangan keluar untuk disajikan ke pembeli.
Mega mengatakan Warkop Cek Eysa menjual beragam menu warisan wong kito. Pilihannya mulai dari lakso, burgo, laksan, celimpungan hingga ragit jalo.
Ia menilai sebagian menu kini makin sulit ditemukan generasi muda. “Burgo dan lakso sekarang jarang, jadi kami hadirkan lengkap setiap hari,” ujarnya.
Mega menegaskan kualitas bahan menjadi perhatian utama sejak awal membuka usaha. “Kami pakai ikan gabus asli, kuahnya juga kaldu gabus,” katanya.
Selain makanan berkuah, Warkop Cek Eysa juga menyediakan aneka kue pasar tradisional. Harga jajanan dijual mulai dari dua ribu rupiah hingga lima ribu rupiah.
Permintaan dari luar kota juga terus berdatangan melalui media sosial. Bahkan produk tertentu pernah dibawa hingga ke Malaysia.
“Yang bisa dikirim biasanya pempek atau menu frozen,” ujar Mega. Untuk pesanan besar, pelanggan diminta melakukan pemesanan sehari sebelumnya.
Ia juga menceritakan biasanya memasuki Ramadan, peningkatan penjualan bisa mencapai dua kali lipat. Hampir seluruh makanan yang dipajang rata-rata habis terjual.
“Alhamdulillah jarang tersisa, paling sedikit sekali,” katanya. Ia berharap ke depan Warkop Cek Eysa dapat memperluas tempat usaha.
Mega menambahkan saat ini fokus membesarkan gerai di Pasar Kuto. Harapannya, kuliner lama tetap lestari sekaligus membuka lapangan kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....