Batiq Colet Lestarikan Jumputan Khas Sumatera Selatan
- 21 Jan 2026 12:18 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Siti Bariyah, pemilik usaha Batiq Colet, konsisten melestarikan kerajinan jumputan khas Sumatera Selatan. Ia membagikan pengalamannya dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Palembang pada Selasa, 20 Januari 2026.
Sejak tahun 2011, Riyah telah menekuni usaha jumputan yang terus berinovasi. Mulai dari kain lembaran, kini inovaisnya berkembang menjadi produk jumputan siap pakai, seperti baju, blazer, dan yang terbaru sajadah.
Ia menjelaskan, nama Batiq Colet berasal dari teknik pewarnaan. "Sebenarnya jumputan adalah batik khas Sumatera Selatan, nah nama colet ini ada karena dicolet saat pewarnaan."
Riyah mengatakan, setiap produk yang diproduksi selalu mempertimbangkan perkembangan tren fashion. Di tahun 2025 contohnya, Batiq Colet mengikuti tren pakaian dengan gaya Korea, namun tetap berbahan baku jumputan.
"Seperti tahun 2026 kan mulai tren warna butter, nih. Mungkin kita juga akan memproduksi kain-kain warna tersebut," ujar Riyah.
Ia menerangkan, karena pasarnya sudah meluas ke luar Palembang, warna-warna produk juga bergantung selera konsumen. Menurutnya, warga Palembang lebih memilih warna terang, sedangkan pelanggan dari pulau Jawa lebih menyukai warna pastel.
Riyah juga mengungkapkan penjualan biasanya meningkat hingga dua ratus persen pasca idul fitri, menjadikannya yang tertinggi setiap tahun. "Kenaikan ini karena pemudik banyak membeli Batiq Colet untuk oleh-oleh ke luar kota," jelasnya.
Saat ini, produksi Batiq Colet berada di Kelurahan Tuan Kentang, Palembang. Pelanggan dapat melihat langsung proses pembuatan jumputan, bahkan berpartisipasi bersama para pengrajin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....