Inflasi 2,6 Persen, Pemkot Palembang Kunci Pasokan Beras dan El Nino

  • 16 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Palembang mengadakan rapat koordinasi lintas instansi untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi.
  • Pertumbuhan ekonomi Palembang mencapai 5,91 persen pada triwulan pertama dan 5,71 persen pada triwulan kedua.
  • Stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi fokus utama dalam upaya menjaga perekonomian daerah yang berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kota Palembang memperkuat pengendalian inflasi di tengah pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Forum Lintas Instansi di Rumah Dinas Wali Kota, Senin, 14 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas stabilitas pasokan dan harga pangan sebagai bagian dari upaya menjaga perekonomian daerah. Pertumbuhan ekonomi Palembang tercatat 5,91 persen pada triwulan pertama dan 5,71 persen pada triwulan kedua.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan, stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi perhatian pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Beras menjadi salah satu komoditas prioritas karena memiliki pengaruh terhadap inflasi daerah.

"Dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah menjadi salah satu perhatian pemerintah. Fokusnya kita pada ketersediaan dan harga pangan, terutama beras yang cukup berpengaruh terhadap inflasi," ucapnya.

Untuk menjaga stabilitas pangan, Pemkot Palembang memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Pusat Statistik. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus menyediakan data sebagai dasar kebijakan.

Ia juga mengatakan, pemerintah juga perlu mengoptimalkan penyerapan anggaran APBD untuk mendukung pengendalian inflasi. Selain itu, operasi pasar akan diperkuat dan peran badan usaha milik daerah akan dioptimalkan.

"Makanya kami mengundang Bank Indonesia, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan Badan Pusat Statistik untuk memperkuat pengendalian inflasi. Beberapa hal menjadi perhatian, mulai dari realisasi penyerapan anggaran, optimalisasi operasi pasar, hingga penguatan peran masing-masing perusahaan daerah," kata Dewa.

Menurutnya, ketersediaan beras dari Bulog saat ini masih aman memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, peningkatan biaya produksi dan keterbatasan bahan baku tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Selain itu, pemerintah akan memperkuat pengumpulan dan pemanfaatan data hasil survei lapangan. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pengendalian inflasi secara lebih tepat dan terukur.

Kepala Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, menilai, pengendalian inflasi Kota Palembang masih terjaga dengan baik. Inflasi Palembang saat ini berada sekitar 2,6 persen, meski sejumlah risiko tetap perlu diantisipasi.

Bambang menyebut fenomena El Nino sebagai salah satu risiko yang dapat mengganggu ketersediaan dan pasokan pangan. Ia menilai operasi pasar yang berjalan baik perlu dipertahankan melalui koordinasi antarlembaga yang terus diperkuat.

"Kinerja pengendalian inflasi Kota Palembang sejauh ini cukup baik dengan angka sekitar 2,6 persen. Namun, pemerintah tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko, terutama dampak El Nino, serta mengevaluasi langkah yang telah dilakukan, termasuk operasi pasar yang dinilai sudah berjalan baik," ujar Bambang.

Sinergi antarlembaga diharapkan mampu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Kota Palembang. Langkah tersebut sekaligus untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....