Harga Ayam dan Cabai Naik, Pemkab PALI Siapkan Tujuh Langkah
- 20 Agt 2026 08:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Daging ayam ras di Kabupaten PALI mengalami kenaikan harga tertinggi sebesar 23,62 persen pada pekan kedua Agustus 2026 dibandingkan bulan Juli.
- Sejumlah bahan pangan lain di Kabupaten PALI juga turut mengalami kenaikan harga pada periode yang sama.
- Pemerintah Kabupaten PALI memperkuat strategi pengendalian harga untuk melindungi daya beli masyarakat dan mencegah tekanan inflasi yang lebih besar.
RRI.CO.ID, PALI- Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mulai mengalami kenaikan pada pekan kedua Agustus 2026. Daging ayam ras menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi, mencapai 23,62 persen dibandingkan Juli.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten PALI memperkuat langkah pengendalian harga untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah tekanan inflasi semakin besar.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PALI menggelar rapat koordinasi melalui Zoom Meeting pada Selasa, 18 Agustus 2026. Rapat dipimpin Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kamriadi, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Pertemuan tersebut membahas kondisi harga pangan strategis sekaligus merumuskan langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah menghadapi kenaikan harga pada minggu II Agustus 2026.
“Pemkab PALI memastikan akan menjaga harga dan daya beli masyarakat. Bahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) PALI menyepakati tujuh langkah strategis,” ujar Kamriadi.
Tujuh langkah tersebut meliputi pemantauan harga secara berkala, pengamanan stok dan distribusi, pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM), mendorong gerakan menanam, melakukan intervensi terhadap komoditas yang mengalami kenaikan, serta memastikan data harga yang digunakan pemerintah akurat dan valid.
Kenaikan harga paling mencolok terjadi pada daging ayam ras yang meningkat 23,62 persen. Berdasarkan pemantauan yang disampaikan dalam rapat, PALI berada di urutan ke-12 dari 205 daerah dengan kenaikan harga komoditas tersebut.
Tekanan harga juga terjadi pada kelompok komoditas hortikultura. Harga cabai merah naik 12,15 persen, sedangkan cabai rawit meningkat 10,93 persen.
Sejumlah komoditas lain turut mengalami kenaikan, yakni beras, minyak goreng, daging sapi, udang basah, bawang putih, jeruk dan telur ayam ras.
Kamriadi mengatakan kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut tercermin dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten PALI. Pada minggu II Agustus 2026, IPH PALI tercatat sebesar 2,48 persen.
“Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten PALI pada minggu II Agustus 2026 tercatat sebesar 2,48 persen. Komoditas penyumbang utama kenaikan IPH adalah daging ayam ras, cabai merah, dan beras,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID karena kenaikan harga pangan dapat langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pemantauan, tetapi juga menyiapkan intervensi apabila kenaikan berlangsung secara berulang.
Kamriadi meminta seluruh OPD terkait memastikan data harga yang dilaporkan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan. Data tersebut juga harus memperhatikan Harga Eceran Tertinggi (HET) sehingga pemerintah memiliki dasar yang tepat dalam menentukan kebijakan.
Koordinasi antar-OPD juga diminta diperkuat untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Salah satu langkah yang terus dilakukan adalah menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Kami juga aktif terus melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Melakukan langkah antisipatif pada komoditas yang naik secara berturut-turut,” pungkas Kamriadi.
Pemkab PALI berharap langkah tersebut mampu menahan laju kenaikan harga sekaligus menjaga pasokan pangan tetap tersedia. Pemerintah juga akan memantau komoditas yang menunjukkan tren kenaikan agar intervensi dapat dilakukan sebelum tekanan harga semakin meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....