Kenaikan Sembako Ubah Pola Belanja Masyarakat Palembang

  • 30 Jun 2026 22:02 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kenaikan harga tepung sagu mempengaruhi daya beli masyarakat di Pasar Lemabang.

RRI.CO.ID, Palembang - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai memengaruhi aktivitas perdagangan di Pasar Lemabang, Palembang. Pedagang mengaku jumlah pembeli menurun sejak harga beberapa komoditas, terutama sagu, mengalami kenaikan.

Pantauan di Pasar Lemabang, Palembang, Sabtu, 28 Juni 2026.Masyarakat cenderung mengurangi jumlah belanja dan lebih selektif dalam membeli kebutuhan sehari-hari.

Pedagang sembako, Koh Ali, mengatakan harga tepung sagu mulai naik sekitar dua pekan terakhir. Sagu kemasan 25 kilogram meningkat dari Rp230 ribu menjadi Rp270 ribu per karung.

Untuk penjualan eceran, harga sagu juga mengalami kenaikan dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola belanja masyarakat.

"Biasanya harga sagu per karung Rp230 ribu, sekarang sudah Rp270 ribu. Kalau eceran naik dari Rp9 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram," ujarnya.

Menurut Koh Ali, pembeli kini lebih mengutamakan kebutuhan pokok yang benar-benar diperlukan. Volume pembelian juga cenderung lebih sedikit dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

"Bahan kebutuhan sehari-hari tetap dicari, tetapi jumlah pembeliannya lebih sedikit karena masyarakat menyesuaikan pengeluaran," katanya.

Penurunan daya beli tersebut turut berdampak pada pendapatan pedagang. Koh Ali memperkirakan omzet penjualan berkurang sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, ia memastikan pasokan sembako di Pasar Lemabang masih aman dan distribusi barang berjalan lancar. Hingga saat ini belum terdapat kendala dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Koh Ali berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pangan agar daya beli masyarakat kembali meningkat. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas perdagangan tradisional tetap berjalan dengan baik.

Laporan Aditya Dwi Permana, mahasiswa magang Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....