Strategi Menyusun Anggaran Pemasaran Sesuai Kondisi Bisnis

  • 30 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Menentukan anggaran pemasaran menjadi tantangan bagi banyak perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Perusahaan membutuhkan acuan yang tepat agar alokasi dana berjalan efektif.

Besaran anggaran pemasaran kerap menjadi pertanyaan utama dalam pengelolaan bisnis modern. Setiap perusahaan harus menyesuaikan strategi dengan kondisi keuangan dan target pasar.

Direktur Utama Marketeers, Iwan Setiawan, menjelaskan terdapat pendekatan umum yang dapat dijadikan acuan awal. Penjelasan ini disampaikan melalui kanal YouTube Marketeers TV yang diunggah 1 Agustus 2022.

Ia menyebut anggaran pemasaran umumnya berada di kisaran 11 persen dari total pendapatan perusahaan. Angka tersebut dikenal sebagai patokan umum yang digunakan di berbagai industri.

“Marketing budget itu biasanya sekitar 11 persen dari pendapatan atau revenue perusahaan,” katanya.

Menurutnya, angka tersebut sejalan dengan hasil riset global yang menunjukkan kisaran 10 hingga 11 persen. Namun, nilai tersebut sempat mengalami penurunan saat pandemi sebelum kembali meningkat.

Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan patokan mutlak bagi seluruh perusahaan. Besaran anggaran dapat berkisar antara 1 persen hingga 25 persen tergantung kondisi bisnis.

Iwan menjelaskan terdapat empat komponen utama dalam anggaran pemasaran yang perlu diperhatikan. Komponen tersebut meliputi biaya iklan, tim pemasaran, teknologi pemasaran, serta distribusi penjualan.

Biaya iklan digunakan untuk membangun merek dan mendorong penjualan secara langsung. Sementara itu, biaya tim mencakup gaji dan operasional sumber daya manusia.

Komponen teknologi meliputi penggunaan sistem manajemen pelanggan dan otomatisasi pemasaran. Adapun biaya distribusi dapat dimasukkan dalam anggaran pemasaran atau dipisahkan sesuai kebijakan perusahaan.

Dalam praktiknya, alokasi anggaran juga dibagi menjadi dua pendekatan utama yaitu pull marketing dan push marketing. Pull marketing berfokus membangun permintaan, sedangkan push marketing mendorong penjualan langsung.

“Biasanya antara pull dan push itu sekitar 50:50, tetapi bisa berubah tergantung karakter produk,” ujarnya.

Ia menambahkan terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi besaran anggaran pemasaran perusahaan. Faktor tersebut meliputi struktur biaya, kondisi merek, serta tingkat persaingan industri.

Perusahaan dengan margin tinggi dan merek kuat cenderung mampu mengalokasikan anggaran lebih besar. Sebaliknya, perusahaan dengan margin tipis perlu lebih berhati-hati dalam mengatur anggaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....