Strategi Pemasaran Gagal akibat Bias Pemilik Bisnis

  • 30 Mar 2026 07:54 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Praktik pemasaran sering kali tidak berjalan optimal akibat bias yang dimiliki pemilik usaha. Salah satu yang sering terjadi adalah owner bias yang membuat keputusan menjadi tidak objektif.

Owner bias (bias kepemilikan) atau keterikatan emosional pemilik terhadap mereknya membuat mereka sulit melihat produk dari sudut pandang konsumen yang netral. Kondisi ini menyebabkan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen menjadi kurang tepat.

Praktisi pemasaran perilaku, Ignatius Untung, menjelaskan bahwa owners bias menjadi penyebab utama kegagalan strategi pemasaran. Ia menilai pemilik usaha sering kali terlalu mencintai produknya sendiri.

“Kerjaan marketing paling susah untuk seorang marketer adalah memarketingkan bisnis sendiri,” ujarnya dalam kanal YouTube Marketeers TV yang diunggah pada Jumat 13 Maret 2026.

Menurutnya, keterikatan emosional membuat pemilik usaha kehilangan objektivitas dalam menilai produknya. Padahal, konsumen tidak memiliki hubungan emosional yang sama terhadap produk tersebut.

Ia mencontohkan kondisi ini seperti dokter yang tidak dianjurkan menangani keluarganya sendiri karena sulit bersikap profesional. Situasi serupa juga terjadi pada pemilik usaha saat memasarkan produknya.

Selain owners bias, ia juga menyoroti fenomena curse of knowledge yang membuat pemilik usaha merasa mengetahui terlalu banyak tentang produknya. Kondisi ini menyebabkan penyampaian informasi menjadi berlebihan dan tidak relevan bagi konsumen.

Pemilik usaha yang terlalu memahami produk secara mendalam kerap kehilangan sudut pandang konsumen. Akibatnya, pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan kebutuhan dan pemahaman pasar.

“Apa yang kita pikir penting belum tentu penting buat konsumen,” katanya.

Ia menambahkan pemilik usaha juga rentan terhadap availability bias dalam pengambilan keputusan. Penilaian positif dari orang terdekat sering dianggap mewakili kondisi pasar secara luas.

Ia menekankan pentingnya menetapkan batasan yang jelas dan objektif dalam proses pengambilan keputusan. Langkah ini diperlukan agar kolaborasi menghasilkan strategi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Menurutnya, sinergi yang efektif hanya dapat tercapai jika pemilik bisnis mampu menekan ego dan keterikatan emosional. Sikap tersebut penting untuk melihat realitas pasar secara lebih objektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....