OJK Sumsel Sebut 9.020 Pelaku Usaha Terdaftar Program Sultan Muda

  • 28 Apr 2026 20:46 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan (Sumsel) Arifin Susanto menyebut ribuan pelaku usaha telah terdaftar dalam Program Sultan Muda Sumsel. Program yang merupakan inisiasi Pemerintah Propinsi Sumsel menjadi bagian dari upaya OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“OJK terus mendorong anak- anak muda dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menciptakan 100.000 Sultan Muda yang produktif, kreatif, dan mampu menjadi melalui akses pembiayaan. OJK saat ini mendata sudah 9.020 yang terdaftar sebagai Sultan Muda,” kata Arifin saat acara Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Ekspor Perdana Lada Hitam Implementasi Sultan Muda XporA 2026 di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa 28 April 2026.

Menurut Arifin, program Sultan Muda Sumsel terus berkembang pesat. Ribuan peserta yang telah terdaftar juga sebagai bagian dari upaya mencetak eksportir muda yang tangguh dan inovatif.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program ini. Menurutnya, keberhasilan Sultan Muda tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kualitas ide, langkah, dan kinerja yang dihasilkan.

“Dari dulu kita sudah mengenal turunan kelapa seperti arang, sabuk kelapa yang biasa orang dulu gunakan untuk mensetrika baju, dulu kita tak pernah bepikir ini ada pasarnya, tetapi kini anak-anak muda mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekspor. Ini yang membuat kami bangga,” ujarnya.

Ia menambahkan, penting bagi semua pihak untuk memberikan ruang dan kepercayaan kepada generasi muda agar mampu berkembang dan berinovasi. Pemerintah Provinsi Sumsel pun menargetkan terciptanya 100.000 Sultan Muda sebagai penggerak ekonomi daerah ke depan.

Kegiatan Pelepasan ekspor turunan kelapa dan Lada Hitam menjadi bukti nyata sinergi antara OJK Provinsi Sumatera Selatan, Badan Karantina Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan HIPMI Sumsel dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah serta memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha lokal. Pada tahap awal, ekspor dilakukan ke sejumlah negara tujuan, di antaranya Tiongkok, Taiwan, dan Prancis, dengan total nilai mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Sultan Muda XporA 2026 yang sebelumnya digelar pada 21 April 2026. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari strategi akselerasi ekspor daerah melalui penguatan kapasitas pelaku usaha muda dan peningkatan inklusi keuangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....