Masyarakat Diimbau Pahami Saham agar Terhindar Penipuan
- 18 Feb 2026 05:16 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemahaman masyarakat mengenai penyertaan modal dalam saham perlu diperkuat agar keputusan investasi lebih tepat. Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap perusahaan yang tercatat resmi di bursa.
Perubahan aturan satu lot saham kini semakin mempermudah masyarakat memulai investasi. Ketentuan baru menetapkan seratus lembar per lot sehingga akses investasi menjadi lebih terjangkau.
Branch Representative PT Philip Sekuritas Indonesia, Peni Handayani, menyoroti maraknya penipuan berkedok investasi saham. Ia mengingatkan bahwa modus tersebut sering memanfaatkan istilah saham untuk memperdaya masyarakat.
"Salah satu ciri investasi bermasalah adalah ketidakjelasan bidang usaha yang ditawarkan kepada calon investor. Calon investor wajib memahami sektor perusahaan sebelum menanamkan modal," ujarnya, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa tawaran keuntungan tidak wajar harus diwaspadai oleh masyarakat. Janji imbal hasil fantastis sering menjadi tanda awal adanya praktik penipuan berkedok investasi.
Keamanan transaksi resmi dijamin melalui penggunaan Rekening Dana Nasabah. RDN memisahkan dana investor dari rekening perusahaan sekuritas sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan.
Keberadaan RDN memastikan seluruh transaksi tercatat transparan dan mudah dipantau. Mekanisme itu memberikan perlindungan tambahan bagi investor dalam aktivitas investasi harian.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua perusahaan tercatat memiliki kinerja positif. Risiko kerugian tetap ada sehingga analisis mendalam menjadi langkah penting sebelum membeli saham.
Notasi khusus pada kode saham membantu memberikan gambaran kondisi perusahaan. Tanda berwarna merah biasanya menunjukkan persoalan hukum atau ancaman kebangkrutan.
Analisis menyeluruh diperlukan untuk menghindari perusahaan berisiko tinggi dalam perdagangan. Langkah itu membantu menjaga keamanan modal sehingga keputusan investasi lebih bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....