Pengguna Pinjol di Sumsel Diprediksi Naik Tajam

  • 18 Des 2025 20:38 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan memprediksi lonjakan pengguna pinjaman online (pinjol) jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan dipicu kebutuhan konsumsi tinggi yang berdekatan dengan persiapan Ramadan 2026.

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, mengungkapkan tren penggunaan pinjol mulai menunjukkan kenaikan sejak pertengahan Desember. “Dari sekarang kita pantau sudah mulai naik pengguna pinjol,” ujar Arifin, Kamis (17/12/2025).

Menurutnya, masyarakat cenderung memilih skema pembiayaan digital karena prosesnya cepat. Namun, peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada pinjol legal, tetapi juga pada pinjol ilegal yang berpotensi menimbulkan kerugian.

“Ada yang memang digunakan untuk kebutuhan harian, tetapi banyak juga hanya untuk gaya hidup,” jelasnya. Ia mencontohkan penggunaan pinjol untuk membeli gadget saat momen pergantian tahun.

Arifin menyebut kebiasaan tersebut dapat merusak kondisi ekonomi rumah tangga. Ia menilai, pola konsumtif seperti itu mendorong masyarakat terjebak dalam jerat utang digital yang sulit dikendalikan.

Meski belum merinci angka pasti kenaikan, OJK memperkirakan tren pengguna pinjol di Sumsel bisa meningkat hingga tiga kali lipat selama periode Natal hingga Ramadan. “Prediksi ini akan kami pastikan setelah data diverifikasi secara menyeluruh,” tambahnya.

Berdasarkan data sebelumnya, Sumsel mengalami kerugian hingga Rp107 miliar akibat pinjol ilegal dan penipuan digital. Arifin menyebut kerugian tersebut menempatkan Sumsel di peringkat delapan nasional dalam jumlah kasus pinjol bermasalah.

OJK terus mengimbau masyarakat berhati-hati memilih penyedia layanan pinjaman daring. Arifin meminta warga hanya mengakses layanan resmi yang terdaftar di OJK dan memprioritaskan kebutuhan produktif, bukan konsumtif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....