Pertamina EP Temukan Sumber Migas Baru di Sumur BNG-082

  • 12 Sep 2026 08:30 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, PALI - Pertamina EP di Field Adera bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) itu berhasil mengembangkan sumur BNG-082. Kondisi lapangan migas yang tak lagi muda bukan halangan bagi untuk terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional

Sumur pengembangan BNG-082 berhasil membuka lapisan produktif baru TAF-P2a. Meski di lokasi eksisting namun melalui pendekatan berbasis integrasi data subsurface sumur itu berhasil dikembangkan dibandingkan sumur-sumur di sekitarnya yang belum berproduksi.

Pengeboran Sumur BNG-082 berhasil diselesaikan dalam 32 hari, lebih cepat dari target 36,6 hari, dengan aman selamat tanpa kecelakaan. Pada uji alir awal (initial flow test) 16 Agustus 2026, sumur tersebut menunjukkan potensi produksi

Potensi yang dihasilkan minyak 302,4 BOPD dan gas 5,597 MMSCFD pada kondisi open flow atau aliran migas natural tanpa hambatan pada katup kepala sumur (choke). Pencapaian ini menjadi bukti inovasi berbasis integrasi data subsurface yang terus dilakukan Pertamina EP Limau Field.

"Pertamina EP dapat membuka potensi-potensi baru yang memungkinkan lapangan mature tetap bisa berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional. Baik potensi ,imyak maupun gas," ucap Manager Subsurface Development Area 1 Budi Darmawan, yang menangani pengembangan di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field dari rilis yang diterima RRI.CO.ID, Jumat 11 September 2026.

Tambahan produksi sumur ini akan berkontribusi pada pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field pada WP&B 2026. Produksi minyak 4.537 BOPD dan gas 22,21 MMSCFD.

Budi menyampaikan keberhasilan pengembangan BNG-082 ditopang pendekatan layer-focused and data-driven development drilling. “Tim menerapkan integrasi pemodelan geologi, interpretasi seismik multiatribut, serta akuisisi data MDT-LFA untuk mengevaluasi tekanan, jenis fluida, dan indikasi konektivitas reservoir pada setiap lapisan,” jelasnya.

Pengembangan BNG-082 juga disertai penerapan metode Sectorization Zoning Model, yaitu pemetaan zona prospektif melalui integrasi dan stacking peta Hydrocarbon Pore Volume (HCPV) dari berbagai lapisan. “Kami bisa memetakan area mana yang punya peluang lebih besar mengandung lapisan produktif, sehingga penempatan sumur baru bisa lebih terarah, efektif, dan efisien," ujar Budi.

Benuang menjadi salah satu struktur penopang produksi migas di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field dan PHR Zona 4. Sejumlah inovasi diterapkan dalam pengembangan sumur di struktur ini, termasuk penerapan dual string pada pengembangan Sumur BNG-080, Juni 2026.

Dual string memungkinkan produksi sumur BNG-080 dilakukan di dua lapisan reservoir sekaligus. Pada uji alir awal (initial flow test) 26-28 Juni 2026, lapisan TAF-L1 menunjukkan potensi produksi gas 2,836 MMSCFD. Sementara itu, lapisan TAF-N2 menunjukkan potensi produksi minyak 572,8 BOPD dan gas 1,666 MMSCFD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....