Mengapa Otak Sulit Menolak Diskon? Ini Penjelasannya

  • 31 Agt 2026 06:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Diskon sering membuat konsumen tertarik membeli barang yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar belanja mereka.
  • Potongan harga memberikan kesan kesempatan langka, mendorong keputusan pembelian cepat tanpa pertimbangan matang.
  • Melihat label harga yang turun di toko atau aplikasi belanja memicu perasaan mendapat keuntungan sebelum konsumen mengevaluasi kebutuhan sebenarnya.

RRI.CO.ID, Palembang - Diskon sering membuat harga terasa lebih menarik, bahkan ketika barang itu sebelumnya tidak masuk daftar belanja kita. Potongan harga memberi kesan kesempatan langka, sehingga kita lebih mudah untuk melakukan pembelian tanpa banyak berpikir.

Coba perhatikan saat melihat label harga yang sedang turun di toko atau aplikasi belanja favorit. Perasaan mendapat keuntungan sering muncul sebelum kita sempat bertanya, apakah barang tersebut memang sedang kita perlukan atau tidak?

Menurut laman Anglia Ruskin University tanggal 28 November 2024, persepsi harga murah dapat memicu respons otak yang berkaitan dengan rasa senang saat berbelanja. Respons itu turut membuat pengalaman menemukan barang murah terasa memuaskan, meski kebutuhan belum tentu menjadi pertimbangan yang utama.

Penjual juga memanfaatkan batas waktu untuk membuat tawaran terasa mendesak bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkannya. Hitung mundur, stok terbatas, atau promo sehari dapat memunculkan kekhawatiran kehilangan kesempatan memperoleh harga lebih rendah.

Situasi tersebut membuat konsumen merasa harus segera mengambil keputusan sebelum harga kembali naik atau barang keburu habis. Padahal, dorongan membeli biasanya dapat mereda ketika kita memberi jarak sebelum menyelesaikan transaksi tersebut.

Menunda transaksi sejenak menjadi langkah sederhana untuk meredam godaan diskon yang muncul ketika sedang berbelanja. Jarak tersebut memberi ruang bagi pikiran rasional dalam mempertimbangkan kebutuhan kita sebelum membeli barang.

Diskon memang dapat membantu menghemat pengeluaran, tetapi harga murah tidak otomatis berarti bahwa barang tersebut memang dibutuhkan. Keputusan terbaik selalu bersumber dari pertimbangan yang matang, bukan hanya karena godaan diskon semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....