Industri Hotel Hadapi Tantangan AI dan Perlambatan Ekonomi

  • 26 Jul 2026 22:47 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • AI membawa peluang sekaligus tantangan bagi industri perhotelan, sehingga pelaku usaha dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
  • Kebijakan efisiensi dan kondisi ekonomi berdampak pada bisnis hotel, terutama pada segmen perjalanan dinas, kegiatan (event), dan tingkat hunian.
  • Digitalisasi memperketat persaingan, sehingga hotel perlu terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memanfaatkan teknologi secara bijak agar tetap kompetitif.

RRI.CO.ID, Palembang - Industri perhotelan menghadapi tantangan baru seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kebijakan efisiensi yang memengaruhi aktivitas bisnis. Pelaku usaha dituntut mampu memanfaatkan teknologi sekaligus beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi.

Hal itu disampaikan General Manager Hotel Parkside, Isti Budiono, dalam Dialog Ekonomi Digital RRI, Jumat, 24 Juli 2026. Menurutnya, AI membawa peluang sekaligus tantangan bagi industri perhotelan.

"AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan dan kemajuan bagi industri hotel, tetapi di sisi lain juga memiliki dampak negatif yang harus diwaspadai," katanya.

Isti menjelaskan digitalisasi telah mengubah pola bisnis hotel, terutama melalui layanan pemesanan daring dan platform Online Travel Agent (OTA). Perkembangan tersebut membuka peluang menjangkau pasar yang lebih luas, namun juga meningkatkan persaingan antarhotel.

Karena itu, pelaku industri perhotelan perlu terus mengikuti perkembangan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat AI dapat dioptimalkan sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

Selain perkembangan teknologi, industri hotel juga menghadapi dampak perlambatan ekonomi dan kebijakan efisiensi pemerintah. Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas perjalanan dinas, penyelenggaraan kegiatan, hingga minat masyarakat untuk berwisata atau melakukan staycation.

"Efisiensi yang dilakukan pemerintah tentu berdampak terhadap bisnis hotel. Aktivitas yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan mengalami penyesuaian sehingga pelaku usaha harus mencari strategi baru untuk tetap bertahan," ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, pemasaran digital melalui platform OTA menjadi salah satu strategi utama menarik tamu. Namun, seluruh pelaku usaha kini bersaing di pasar yang sama sehingga inovasi dan kualitas layanan menjadi faktor pembeda.

Isti menilai industri perhotelan harus terus berinovasi agar tetap kompetitif. Pemanfaatan teknologi secara bijak, peningkatan kualitas pelayanan, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi kunci menghadapi perubahan industri yang semakin dinamis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....