Energi Berbagi: Pertamina Santuni Belasan Panti Asuhan di Sumbagsel
- 20 Jun 2026 14:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Program santunan ini dilakukan secara simultan di 5 provinsi wilayah operasional Sumbagsel (Sumsel, Jambi, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung) dengan menjangkau 15 panti asuhan serta yayasan sosial.
- Bantuan menyasar total 360 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, kaum dhuafa, hingga sahabat disabilitas tanpa memandang latar belakang agama.
- Pertamina memposisikan diri tidak sekadar sebagai penyalur energi, tetapi juga membangun kedekatan emosional serta mendukung capaian global SDGs (Tujuan 1 dan Tujuan 10).
RRI.CO.ID, Palembang - Tawa dan senyum anak-anak kembali menghangatkan suasana di berbagai panti asuhan dan yayasan sosial di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, energi berbagi disalurkan secara serentak kepada 360 anak yatim, dhuafa, dan sahabat disabilitas di lima provinsi pada Jumat, 19 Juni 2026.
Aksi sosial bertajuk Program Pertamina Berkah Santunan Anak Yatim Dhuafa Lintas Agama ini menjangkau 15 panti asuhan, yayasan sosial, dan panti disabilitas yang tersebar di wilayah operasional Sumbagsel, meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu, hingga Bangka Belitung.
Di wilayah Sumatera Selatan, bantuan disalurkan langsung melalui Integrated Terminal Palembang ke beberapa titik, di antaranya Panti Asuhan Rezeki Ibu dan Yunida Rizki. Jaringan distribusi bantuan ini bergerak luas hingga ke provinsi tetangga, melibatkan Fuel Terminal Jambi untuk Panti Asuhan Rifahyatul Bilad, Integrated Terminal Panjang di Lampung untuk Panti Asuhan Nurul Islam, serta Fuel Terminal Pulau Baai di Bengkulu untuk Panti Sosial Bina Netra Amal Mulia dan Panti Asuhan Al Jamii Anugrah.
Tidak ketinggalan, Integrated Terminal Pangkal Balam di Kepulauan Bangka Belitung juga bergerak menyambangi Yayasan Az-Zahra Ujung Kace dan Yayasan Adh Dhuhaa. Beberapa panti lain seperti Insanul Karimah, Al Baraaq, Restu Bunda, Al Fattaah, An-Nisa, Bakti Mulia, Al Fajar, dan Al Farhan Wairohan turut merasakan manfaat dari program ini.
Bagi Pertamina, bersentuhan langsung dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional bukan lagi sekadar kewajiban korporasi, melainkan ruang untuk mempererat hubungan emosional melalui kasih sayang dan kebersamaan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan harus dirasakan utuh oleh masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia energi fisik tetapi juga penggerak kepedulian sosial.
"Kami percaya kebahagiaan akan semakin bermakna ketika dapat dibagikan kepada sesama. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim, dhuafa, dan sahabat disabilitas, sekaligus memohon doa agar Pertamina senantiasa dapat menjalankan tugas melayani kebutuhan energi masyarakat dengan aman, andal, dan lancar," ujar Alexander dalam siaran pers yang diterima RRI, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dampak dari kehadiran Pertamina ini dirasakan langsung oleh para pengelola panti. Kehadiran tim Pertamina di tengah anak-anak memberikan dorongan moral yang besar bagi mereka yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dari dunia luar.
Pengurus Panti Al Farhan Wairohan, Lestari, mengungkapkan bahwa santunan fisik yang diberikan memang sangat membantu operasional panti, namun aspek emosional dari kunjungan tersebut jauh lebih membekas di hati anak-anak asuhnya.
"Anak-anak sangat senang menerima kunjungan dan santunan dari Pertamina. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi kami, tetapi yang lebih berkesan adalah perhatian dan kepedulian yang membuat mereka merasa disayangi dan diperhatikan," ungkap Lestari.
Langkah terintegrasi Pertamina Group ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam menyokong Tujuan 1 terkait pengentasan kemiskinan dan Tujuan 10 untuk menekan kesenjangan sosial dengan merangkul kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dukungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....