Harga Sawit Mulai Pulih, Petani dan Usaha Perkebunan di Banyuasin Raup Keuntungan
- 08 Jun 2026 00:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan mulai menunjukkan tren perbaikan setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memberikan harapan bagi petani sawit yang sebelumnya terdampak fluktuasi harga di tingkat pasar.
Perkembangan harga sawit tersebut terus dipantau oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Selatan. Organisasi itu menilai stabilitas harga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha perkebunan rakyat yang menjadi sumber penghasilan utama banyak keluarga petani.
Ketua Apkasindo Sumatera Selatan, Selamet Somosentono, mengatakan, harga sawit yang dianggap ideal bagi petani berada pada kisaran Rp3.400 hingga Rp3.500 per kilogram. Menurutnya, angka tersebut dapat memberikan keuntungan yang layak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan.
"Harga yang ideal bagi petani berada di kisaran Rp3.400 hingga Rp3.500 per kilogram," kata Selamet Somosentono, di Palembang, Sabtu, 6 Juni 2026.
Ia menjelaskan, penurunan harga yang terjadi sebelumnya membuat sebagian petani menghadapi tekanan ekonomi. Ketika harga turun jauh di bawah angka tersebut, pendapatan petani ikut berkurang sementara biaya produksi tetap harus dikeluarkan.
Selamet menilai kondisi pasar yang tidak stabil menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga sawit di tingkat petani. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani mandiri, tetapi juga petani plasma yang bergantung pada hasil penjualan tandan buah segar.
Menurutnya, harga sawit saat ini mulai bergerak ke arah yang lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Perbaikan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sehingga memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan usahanya.
"Kami berharap harga sawit kembali mengikuti harga pasar yang sebenarnya sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik," ujarnya.
Sumatera Selatan sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Luas areal perkebunan sawit di provinsi ini diperkirakan mencapai sekitar 1,8 juta hektare yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Besarnya luas perkebunan tersebut menjadikan sektor sawit sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Ribuan petani dan pekerja menggantungkan mata pencaharian mereka pada komoditas ini.
Apkasindo Sumatera Selatan berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga iklim usaha yang sehat dan transparan. Dengan harga yang stabil serta pasar yang kondusif, sektor perkebunan sawit diyakini mampu terus memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....