Efektivitas Marketing Sulit Diukur Secara Pasti

  • 29 Apr 2026 21:36 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Mengukur efektivitas strategi pemasaran masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku bisnis. Perilaku konsumen yang berubah membuat hasil marketing sulit dihitung secara pasti.

Pembahasan ini muncul dalam program Market Think di kanal Marketeers TV pada Jumat, 17 April 2026. Praktisi pemasaran Ignatius Suntung menilai banyak perusahaan salah memahami ukuran keberhasilan marketing.

Menurut Ignatius Suntung, keputusan membeli dipengaruhi banyak faktor. Kondisi sosial, psikologis, dan pengalaman konsumen ikut menentukan hasil pemasaran.

“Marketing itu bukan ilmu pasti, banyak faktor yang tidak bisa dikontrol,” ujarnya. Pernyataan itu menunjukkan hasil kampanye tidak selalu bisa dihitung secara langsung.

Banyak perusahaan hanya melihat angka penjualan atau jumlah klik sebagai ukuran keberhasilan. Padahal, data tersebut belum tentu menggambarkan dampak strategi secara utuh.

Jeda waktu antara iklan dan keputusan membeli juga menjadi hambatan. Konsumen sering membeli produk setelah beberapa waktu sejak melihat promosi.

“Kita tidak selalu tahu keputusan beli itu dipengaruhi kampanye yang mana,” katanya. Hal itu membuat pengaruh marketing sulit ditelusuri secara pasti.

Ignatius Suntung menilai evaluasi marketing harus dilakukan secara menyeluruh. Penilaian perlu melihat penjualan, citra merek, dan pengalaman konsumen.

“Jangan hanya lihat angka penjualan, tapi juga persepsi brand dan pengalaman konsumen,” ujarnya. Pendekatan data dan pemahaman perilaku dinilai penting untuk strategi yang lebih efektif.

Laporan Nielsen 2025 menyoroti masalah yang sama. Banyaknya kanal media membuat perjalanan konsumen semakin sulit dilacak.

Nielsen menyebut pengukuran marketing perlu dilakukan di berbagai kanal. Cara ini dinilai membantu melihat dampak nyata terhadap bisnis.

“Pengambilan keputusan pemasaran harus berbasis data dan pengukuran lintas media untuk memahami efektivitas sebenarnya,” dalam tulisnya. Laporan itu juga mengingatkan bahwa klik dan impresi belum tentu berujung penjualan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....