Bongkar 4.509 Ton Pupuk Impor, PTP Nonpetikemas Palembang Jaga Pasokan
- 15 Apr 2026 19:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - PT Pelabuhan Tanjung Priok Nonpetikemas (PTP Nonpetikemas) Cabang Palembang memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran rantai pasok pupuk nasional melalui kegiatan bongkar muat pupuk impor di wilayah Sumatera Selatan.
Sebanyak 4.509 ton pupuk kemasan jenis Muriate of Potash (MOP) dibongkar di dermaga PTP Nonpetikemas Cabang Palembang. Komoditas tersebut diangkut menggunakan kapal MV Gold Spring yang datang dari Pelabuhan Cuo Lo, Vietnam.
Kapal mulai sandar pada Senin, 14 April 2026, dan proses bongkar dijadwalkan berlangsung hingga 19 April 2026. Kegiatan bongkar muat dilakukan oleh Perusahaan Bongkar Muat PT Kharisma Bahari dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan seperti jib crane, hopper, dan grab guna menjaga kelancaran operasional.
Pupuk MOP yang dibongkar merupakan bahan baku impor milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Bahan baku ini akan digunakan dalam produksi pupuk majemuk NPK yang berperan penting dalam mendukung sektor pertanian nasional.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Palembang, Ade Affandi, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran distribusi komoditas strategis, khususnya pupuk.
“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Dengan dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, proses distribusi diharapkan berjalan efisien dan tepat waktu,” ujar Ade dalam siaran pers yang diterima RRI, Rabu, 15 April 2026.
Selain mengandalkan fasilitas fisik, PTP Nonpetikemas juga memperkuat operasional melalui transformasi digital dengan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose). Sistem ini mengintegrasikan proses perencanaan, operasi, pemantauan, hingga pelaporan secara digital untuk meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan.
Secara terpisah, General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Palembang, Nunu Husnul Khitam, menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
“Penguatan kolaborasi dengan stakeholder dan regulator menjadi kunci untuk memastikan layanan kepelabuhanan berjalan optimal dan mendukung kelancaran distribusi logistik,” kata Nunu.
Dari sisi kinerja operasional, produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Palembang pada triwulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan. General cargo tercatat naik 3 persen dari 1.500 Ton Ship Day (TSD) menjadi 1.544 TSD. Sementara curah cair meningkat 1 persen dari 2.815 TSD menjadi 2.842 TSD. Adapun bag cargo tercatat 876 TSD dan curah kering mencapai 1.297 TSD.
SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menyebut peningkatan kinerja juga tercermin secara konsolidasi di tingkat nasional.
“Pada triwulan I 2026, throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton atau meningkat 3,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11,9 juta ton,” ujar Fiona.
Menurutnya, komposisi throughput tersebut didominasi curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46 persen, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24 persen, curah cair 3 juta ton atau 25 persen, serta bag cargo 656 ribu ton atau 5 persen.
Kegiatan bongkar pupuk impor ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan baku industri pupuk sekaligus memastikan distribusi pupuk bagi sektor pertanian nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....