Pola Pikir Melawan Arus ala John Mullins untuk Pengusaha
- 30 Mar 2026 07:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pola pikir konvensional dinilai tidak selalu relevan dalam membangun bisnis di era modern. Profesor kewirausahaan London Business School, John Mullins, mengungkap enam pola pikir “melawan arus” yang justru efektif bagi pengusaha.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam video TED yang diunggah pada 9 Februari 2024. Mullins menilai pendekatan berbeda dari praktik bisnis umum justru kerap melahirkan inovasi besar.
Mullins menjelaskan, pola pikir adalah sikap mental yang menentukan respons seseorang terhadap peluang. “Mindset adalah kebiasaan berpikir yang menentukan bagaimana kita merespons peluang,” ujarnya dalam paparan tersebut.
Pola pikir pertama yang ia soroti adalah prinsip “yes, we can”. Alih-alih menolak hal di luar kompetensi inti, pengusaha didorong berani mencoba. Contohnya, pengusaha Brasil berhasil mengembangkan bisnisnya dengan menerima permintaan pelanggan meski di luar keahlian awal.
Kedua, Mullins menekankan pentingnya fokus pada masalah, bukan produk. Ia menilai banyak perusahaan besar terlalu sibuk mengubah produk tanpa benar-benar menyelesaikan kebutuhan konsumen.
“Bagi wirausaha, yang terpenting adalah memecahkan masalah, bukan sekadar menciptakan produk baru,” katanya.
Pola pikir ketiga adalah berpikir sempit dalam menentukan target pasar. Menurutnya, banyak bisnis sukses justru berawal dari segmen kecil. Contoh nyata adalah Nike yang awalnya hanya fokus pada pelari jarak jauh sebelum berkembang menjadi merek global.
Selanjutnya, Mullins menyoroti pentingnya strategi arus kas sejak awal. Ia mencontohkan Tesla yang mengumpulkan dana dari pelanggan sebelum memproduksi mobil. Strategi ini membantu bisnis bertahan dan berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada modal besar.
Pola pikir kelima adalah memanfaatkan sumber daya yang ada, bukan selalu membeli. Ia menyebut pendekatan “pinjam, bukan memiliki” dapat mempercepat pertumbuhan bisnis dengan risiko lebih rendah.
Terakhir, Mullins menekankan bahwa pengusaha tidak selalu harus menunggu izin untuk berinovasi. Ia mencontohkan perusahaan seperti Uber yang bergerak cepat meski regulasi belum sepenuhnya mengatur model bisnisnya.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya tetap mempertimbangkan aspek etika. “Pengusaha sering tidak menunggu izin, tetapi bukan berarti mengabaikan tanggung jawab,” ujarnya.
Di akhir pemaparannya, Mullins mengajak audiens mengevaluasi diri. Ia menilai pola pikir tersebut dapat dipelajari dan diterapkan untuk menghadapi tantangan bisnis.
“Pertanyaannya, pola pikir mana yang sudah Anda miliki, dan mana yang bisa Anda pelajari untuk mengatasi tantangan hari ini,” kata Mullins.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....