Strategi Membangun Kepercayaan Konsumen dalam Bisnis

  • 25 Jan 2026 22:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Banyak pelaku usaha sering kali merasa bingung saat produk yang mereka tawarkan justru sepi peminat. Fenomena ini biasanya bukan hanya disebabkan karena mutu produk yang buruk, melainkan karena rendahnya tingkat kepercayaan calon konsumen terhadap penjual.

Persoalan tersebut dibahas secara mendalam pada kanal Youtube Dodi Zulkifli dalam video "Rahasia Dari Bisnis Yang Sukses - Cara Meyakinkan Konsumen Agar Membeli Produk Kita" yang diunggah pada 14 Oktober 2021. Dodi merupakan pebisnis berpengalaman yang berfokus pada bidang brand positioning, menekankan bahwa transaksi tidak akan terjadi tanpa adanya rasa percaya.

"Orang mau membeli apabila percaya. Kasus madu misalnya, orang butuh madu tapi tidak beli karena tidak percaya sama yang jual. Agar produk bisa dibeli, konsumen harus butuh produknya dan harus percaya kepada penjualnya," ungkap Dodi dalam tayangan tersebut.

Dalam penjelasannya, Dodi memberikan perumpamaan penjual madu untuk menjelaskan sisi psikologis pelanggan. Biasanya konsumen cenderung memilih untuk membeli pada penjual yang mereka kenal dan hargai secara personal. Hal ini berkaitan erat dengan cara manusia membangun koneksi.

Pebisnis yang juga aktif dalam mengisi workshop The Brand Master Class ini menyebutkan bahwa kepercayaan memiliki dua pilar. Pilar utama tersebut adalah kompetensi yang mumpuni serta karakter yang kuat dari pemilik usaha.

Lebih lanjut, Dodi menjelaskan bahwa manusia secara alami lebih sulit mempercayai benda mati atau sekedar logo perusahaan. Inilah mengapa personal branding menjadi solusi cerdas untuk memenangkan hati masyarakat.

"Manusia secara psikologis tidak bisa percaya kepada objek atau benda mati. Karena manusia hanya bisa percaya kepada subjek (manusia lain), maka kita meminjam kepercayaan konsumen melalui ownernya. Disitulah munculnya personal branding," jelas Dodi.

Strategi ini terbukti mampu mengikis keraguaan calon konsumen. Untuk mencapai level tersebut, Dodi menyarankan pengusaha menjaga konsistensi agar nama mereka tertanam kuat dalam ingatan publik. Dengan fokus pada satu bidang secara terus-menerus, seorang pengusaha akan menjadi rujukan utama saat konsumen membutuhkan solusi di bidang tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....